Indonesia Klaim Impor Pertanian AS Bebas Bea Tidak Akan Rugikan Industri Lokal

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan Budi Santoso membela keputusan pemerintah menerapkan impor bebas bea pada produk pertanian AS, menegaskan langkah ini tidak akan membahayakan industri dalam negeri.

Dia menekankan bahwa komoditas penting, seperti kedelai, gandum, dan kapas, merupakan bahan baku kritis yang tidak diproduksi secara lokal dalam jumlah yang mencukupi.

“Komoditas ini utamanya digunakan sebagai bahan baku industri,” kata Santoso di Jakarta, Jumat, seraya menambahkan bahwa karena AS adalah sumber kedelai terbesar dan pemasok utama gandum bagi Indonesia, menerapkan hambatan perdagangan justru akan merugikan industri domestik.

Menteri menjelaskan bahwa penghapusan tarif adalah langkah strategis untuk menekan biaya impor dan biaya produksi, yang pada akhirnya menjamin harga konsumen tetap stabil.

Menurunkan biaya bahan baku berarti barang jadi menjadi lebih terjangkau. Sebaliknya, tingginya biaya input pasti akan mendorong inflasi pangan, catatnya.

Kedelai dan gandum adalah fondasi bagi sektor makanan dan minuman Indonesia, yang berperan sebagai bahan utama untuk makanan pokok nasional seperti tahu, tempe, dan mi instan.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengamankan rantai pasokan yang konsisten, menstabilkan harga pasar, dan memperkuat ketahanan industri.

Kebijakan ini merupakan komponen kunci dari Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-AS (ART), yang membentuk kerangka tarif nol persen untuk barang pertanian tertentu guna memperlancar arus perdagangan bilateral.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan pelindung penting bagi daya beli rumah tangga, mencegah “guncangan inflasi” pada produk pangan sehari-hari.

Perjanjian ini diformalkan di Washington, D.C., pada 19 Februari oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, kedua pemimpin memuji pakta ini sebagai tonggak untuk keamanan ekonomi dan katalis bagi “era keemasan baru” dalam kemitraan strategis AS-Indonesia.

MEMBACA  Tidak Bisa Tidur Karena Pasangannya Kalah, Bisa Jadi Tanda Stres Pasca PemiluTidak dapat tidur karena pasangan kalah, bisa menjadi tanda stres pasca pemilihan umum.

Penerjemah: Maria CGP, Rahmad Nasution
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar