Kecelakaan Jalan Raya yang Mematikan di Port Said
Kecelakaan lalu lintas, yang sering dikaitkan dengan kecepatan berlebihan, merenggut ribuan nyawa setiap tahunnya di Mesir.
Dengarkan artikel ini | 2 menit
Sebuah tabrakan antara truk dan mobil pikap penumpang di Provinsi Port Said, timur laut Mesir, menewaskan 18 orang—sebagian besar nelayan—dan melukai tiga lainnya, menurut laporan.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.30 waktu setempat (10.30 GMT) pada hari Kamis, di jalan tol Poros 30 Juni, sebelah selatan Port Said, seperti dilaporkan surat kabar pemerintah Mesir, *Al-Ahram*.
Rekomendasi Cerita
Korban selamat dari tabrakan tersebut sedang menjalani perawatan di rumah sakit, dan jaksa penuntut umum telah memulai penyelidikan terkait keadaan kecelakaan, menurut *Al-Ahram*.
Gambar-gambar dari lokasi kejadian yang diunggah daring menunjukkan kondisi pasca tabrakan, dengan sebuah mobil pikap hancur terjepit di antara dua truk angkut besar dan puing-puing bertebaran di atas jalan, demikian dilaporkan kantor berita The Associated Press (AP).
AP menyebutkan bahwa pikap tersebut sedang mengangkut para nelayan menuju tempat kerja di tambak-tambak ikan di kawasan pesisir Port Said.
Dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, DC, pada hari Kamis, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan dan memerintahkan pemberian bantuan keuangan kepada keluarga almarhum dan yang terluka.
Madbouly mengatakan dalam pernyataan di Facebook bahwa beliau terus memantau insiden tersebut melalui laporan dari gubernur Provinsi Port Said.
Kecelakaan jalan yang mematikan merupakan hal biasa di jalanan Mesir dan menewaskan ribuan orang setiap tahun, sering kali melibatkan mikrolet dan truk berat. Kecepatan tinggi, kondisi jalan yang buruk, dan penegakan hukum lalu lintas yang lemah kerap disebut sebagai faktor penyumbang dalam berbagai tabrakan.
Pada Juni tahun lalu, sebuah truk bertabrakan dengan minibus dan menewaskan 19 orang, sebagian besar remaja perempuan, menurut pejabat setempat.