Jakarta (ANTARA) – Kementerian Haji dan Umrah Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mengutamakan perlindungan jemaah lansia dan berisiko tinggi selama Haji 2026, termasuk dengan memperkuat penilaian istithaah kesehatan.
“Melindungi jemaah, terutama yang lanjut usia dan berisiko tinggi, adalah prioritas utama kami untuk musim Haji tahun ini,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Berbicara di forum Pertukaran Perusahaan Umrah Saudi-Indonesia di Makkah, Senin, menteri menekankan bahwa upaya perlindungan harus dimulai sejak fase persiapan di Indonesia. Ini termasuk memperkuat istithaah kesehatan, yang ia jelaskan bukan sekadar syarat administrasi tapi sebagai langkah keamanan krusial.
“Istithaah kesehatan adalah fondasi utama. Kami ingin memastikan jemaah yang berangkat sehat secara fisik, kondisi medisnya terkendali, dan memahami risiko yang terkait dengan ibadah,” katanya.
Pemerintah memperketat pemeriksaan kesehatan, memantau komorbiditas, dan memberikan edukasi kebugaran bagi calon jemaah, bertujuan mengurangi jumlah orang berisiko tinggi sebelum keberangkatan.
Di Arab Saudi, langkah-langkah kesehatan akan berlanjut melalui pengelolaan mobilitas selama fase puncak ibadah.
Indonesia menekankan optimalisasi skema Murur dan Tanazul sebagai langkah strategis untuk mengurangi kelelahan ekstrem dan kepadatan.
Skema Murur memungkinkan jemaah lansia dan berisiko tinggi melewati Muzdalifah tanpa turun dari bus, sehingga mengurangi ketegangan fisik dan risiko kesehatan.
Sementara itu, skema Tanazul menawarkan opsi bagi sebagian jemaah untuk kembali lebih awal ke hotel setelah melaksanakan lempar jumrah, membantu meringankan kepadatan di tenda-tenda Mina.
Selain itu, Indonesia juga mengusulkan penempatan tenaga medis pendukung di sepanjang rute menuju Jamarat untuk memastikan respons lebih cepat pada keadaan darurat saat puncak ritual lempar jumrah.
"Kami mengubah pendekatan dari reaktif menjadi preventif. Kita tidak boleh menunggu jemaah sakit; kita harus pastikan mereka tetap sehat sepanjang ibadah," ujarnya.
Berita terkait: Menteri Haji Indonesia ke Arab Saudi periksa layanan 2026
Berita terkait: Indonesia usulkan koneksi digital lancar dengan Arab Saudi untuk jemaah
Penerjemah: Prisca Triferna, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026