WARTAKOTALIVE.COM, TAMANSARI – Biasanya saat perayaan Imlek, ratusan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) berkumpul di Vihara Dharma Bakti, Tamansari, Jakarta Barat.
Karena itu, puluhan petugas Satpol PP Kecamatan Tamansari memperketat pengamanan di sekitar vihara supaya tidak dipenuhi oleh PMKS.
Pengamanan ini dilakukan untuk kelancaran ibadah Imlek di vihara tersebut pada Selasa (16/2/2026).
Kasatpol PP Kecamatan Tamansari, Goodman Sidabutar, menerangkan bahwa pengamanan ini sesuai Perda No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
“Kami melakukan penghalauan terhadap PMKS agar tidak berada di kawasan vihara dan kami mengimbau mereka untuk meninggalkan lokasi,” ujarnya pada Selasa.
Baca juga: Polres Jakarta Selatan Amankan Perayaan Imlek 2026 di Dua Vihara
Baca juga: Jelang Imlek, Anak-anak Ikut Tradisi Bersihkan Rupang di Vihara Viriya Bala
IBADAH IMLEK – Seorang umat sedang beribadah pada Hari Raya Imlek di Vihara Dharma Bakti, Glodok, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2025). (Wartakotalive.com/ Miftahul Munir)
Menurutnya, petugas dari Suku Dinas Sosial Jakarta Barat juga ada di lokasi dan siap menangani jika masih ada PMKS yang bertahan.
Goodman menambah, pengamanan tidak hanya di Vihara Dharma Bakti saja, tetapi juga di semua tempat ibadah umat Buddha di wilayah Tamansari.
“Penjagaan dan pengawasan terhadap PPKS di Vihara Dharma Bhakti, kami lakukan gabungan dari tiga pilar dan Satgas P3S Dinas Sosial,” tegasnya.
Sejarah Vihara Dharma Bakti
Vihara Dharma Bhakti, yang juga dikenal sebagai Klenteng Jin De Yuan (Kim Tek Ie) di Petak Sembilan, Glodok, adalah kelenteng tertua di Jakarta. Vihara ini dibangun pada tahun 1650 oleh Letnan Tionghoa Kwee Hoen Kwan untuk menghormati Dewi Kwan Im.
Sempat terbakar saat peristiwa Geger Pecinan 1740, kelenteng ini dibangun kembali pada 1755. Sekarang vihara ini menjadi pusat ibadah Tri Dharma dan juga cagar budaya.
Vihara ini terletak di Jalan Kemenangan III, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, dan sering disebut “Klenteng Petak Sembilan”.
Saat ini vihara ini menyimpan 27 patung dewa dan tetap menjadi tempat ibadah serta destinasi wisata sejarah yang penting. (*)
Baca berita lainnya dari Wartakotalive.com di Google News dan saluran WhatsApp: di sini.