WARTAKOTALIVECOM — Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa pengiriman pasukan militer dalam jumlah besar ke kawasan Timur Tengah bukan bertujuan untuk menyerang Iran.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di saat ketegangan di wilayah itu meningkat dan kembali membuat masyarakat internasional khawatir.
Marco Rubio, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu Agency, Senin (16/2/2026), mengatakan bahwa penempatan kekuatan militer itu hanya bersifat pertahanan.
Washington, menurutnya, punya tanggung jawab untuk menjamin keselamatan personelnya serta melindungi aset-aset strategisnya yang tersebar di beberapa lokasi di Timur Tengah, termasuk pangkalan militer dan jalur logistik yang penting.
“Kami ditempatkan di wilayah ini karena satu alasan sederhana, yaitu kami tahu mungkin ada ancaman terhadap pasukan kami di sini,” ujar Rubio.
Dia menekankan, langkah ini adalah bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi, bukan tanda persiapan untuk serangan terhadap Teheran.
Pernyataan ini muncul saat dinamika di kawasan itu masih belum sepenuhnya stabil.
Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir kembali menjadi pusat ketegangan geopolitik, dipicu oleh persaingan lama antara Washington dan Teheran, konflik proksi, serta makin aktifnya kelompok-kelompok bersenjata di beberapa negara.
Dalam konteks ini, pengiriman kapal induk, kapal perang, dan sistem pertahanan udara oleh AS dilihat oleh sejumlah pengamat sebagai pesan untuk mencegah ancaman, sebuah sinyal bahwa Washington siap merespon jika kepentingannya langsung terancam.
Tapi, Rubio menegaskan bahwa pendekatan utama pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran masih mengutamakan diplomasi.
Dia menyebut, arahan dari Gedung Putih jelas: membuka ruang untuk dialog dan negosiasi guna meredakan ketegangan, bukan memperluas konflik.
“Kami percaya pada jalur diplomasi dan negosiasi,” kata Rubio, sambil menegaskan bahwa komunikasi tetap menjadi alat utama dalam mengelola hubungan kedua negara yang sudah lama tegang.
Hubungan AS-Iran memang sering naik turun dengan tajam. Sanksi ekonomi, isu program nuklir, serta tuduhan dukungan terhadap kelompok bersenjata di wilayah itu menjadi sumber gesekan yang berulang.
Setiap pergerakan militer AS di sekitar Teluk Persia hampir selalu dapat respons keras dari Teheran, yang menganggap kehadiran armada Washington sebagai bentuk tekanan politik dan militer.
Meski begitu, pernyataan Rubio dimaksudkan untuk menenangkan spekulasi bahwa Washington sedang mempersiapkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran.