Takut Dijauhi karena Belum Menikah, Pasangan di Bekasi Buang Bayi Baru Lahir

Senin, 16 Februari 2026 – 23:34 WIB

Bekasi, VIVA – Kasus pembuangan bayi kembali terulang di Kabupaten Bekasi. Sepasang kekasih yang belum nikah nekat meninggalkan bayi laki-laki mereka yang baru lahir di kawasan Perumahan Taman Puri Cendana, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, pada akhir pekan kemarin.

Aksi ini terungkap setelah warga nemuin bayi dalam keadaan masih sangat lemah dan diduga baru berumur beberapa jam saja. Bayi itu kemudian cepat-cepat dilarikan ke klinik terdekat untuk pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi.

Kepala Polsek Tambun Selatan Komisaris Pol. Wuryanti menjelaskan, pasangan berinisial MS (23) dan RR (29) diduga sengaja membuang anak kandung mereka karena takut menghadapi tekanan sosial akibat hubungan mereka di luar pernikahan.

“Pasangan kekasih berinisial MS (23) dan RR (29), diduga nekat ninggalin bayi mereka karena takut akibat belum menikah,” kata Wuryanti di Cikarang, Senin 16 Februari 2026, seperti dikutip Antara.

Dari hasil pemeriksaan medis, bayi laki-laki itu lahir dalam kondisi sehat dengan berat 2,6 kilogram dan panjang 50 sentimeter.

“Menurut keterangan bidan, bayi tersebut baru berusia beberapa jam. Saat diukur, bayi itu berbobot 2,6 kilogram dan panjang 50 sentimeter serta dalam kondisi sehat,” ujar Wuryanti.

Laporan dari warga langsung ditindaklanjuti oleh polisi. Dalam waktu yang singkat, identitas orang tua si bayi berhasil diketahui. Wuryanti menerangkan, MS yang merupakan ibu dari bayi tersebut berhasil ditangkap sekitar jam 4 sore WIB di wilayah Tambun Selatan. Kurang lebih dua jam kemudian, RR sebagai ayahnya juga berhasil diamankan di daerah yang sama.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat Street warna hitam yang dipakai saat membawa bayi serta kain berwarna biru yang digunakan untuk membungkus bayi waktu ditinggalkan.

MEMBACA  Periksa Hasil MotoGP Qatar dan Pernyataan Marc Marquez

Polisi menduga tindakan nekat ini disebabkan oleh rasa takut akan akibat sosial karena mereka berdua belum menikah. Kejadian ini jadi pengingat bahwa masalah kehamilan di luar nikah seringkali berakhir tragis kalau tidak dihadapi dengan dukungan dari keluarga atau lingkungan sekitar.

Wuryanti menghimbau masyarakat agar tidak memilih jalan pintas saat menghadapi masalah hidup, apalagi yang berkaitan dengan anak.

“Kita mengajak masyarakat untuk tidak mengambil jalan pintas dalam menghadapi persoalan hidup dan segera mencari pertolongan jika mengalami kesulitan,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Saat ini kasusnya masih ditangani oleh Polsek Tambun Selatan. Sementara itu, bayi laki-laki yang sempat dibuang itu masih dalam perawatan dokter dan kondisinya dilaporkan sudah stabil. (Ant)

Tinggalkan komentar