Profil Lullete Jane de Guzman Ramilo, Runner-Up Miss Earth Filipina yang Meninggal akibat Penembakan

Senin, 16 Februari 2026 – 18:34 WIB

Manila, VIVA – Kabar duka menyelimuti dunia kontes kecantikan Filipina setelah Lullete Jane De Guzman Ramilo dilaporkan meninggal dunia karena insiden penembakan tanggal 13 Februari 2026.

Runner-Up Miss Earth Filipina Tewas Ditembak, Tiga Anak Jadi Saksi Kejadian Tragis

Kepergiannya yang tragis di umur 32 tahun mengejutkan banyak pihak, terutama mereka yang mengenal dia sebagai ratu kecantikan dan juga pendidik yang sangat berdedikasi.

Di balik kejadian yang memilukan ini, tersimpan kisah hidup seorang perempuan yang dikenal kuat, berpendirian teguh, dan punya empati besar.

Dipimpin Menlu Sugiono, Agus Widjojo Dimakamkan di TMP Kalibata dengan Upacara Militer

Profil Lullete Jane De Guzman Ramilo

Lullete lahir pada 22 Januari 1994 dan berasal dari San Manuel, Isabela, sebuah kota pertanian yang tenang di Luzon utara. Sejak muda, dia sudah menunjukkan jiwa kompetitif dan kecintaannya pada dunia pendidikan.

Tren Pariwisata Filipina di Kalangan Wisatawan Indonesia, 2026 Makin Banyak yang Liburan!

Dia mengambil pendidikan Sarjana Pendidikan Menengah di University of Perpetual Help System Laguna – Kampus Isabela, pilihan yang dia bilang merupakan cita-citanya sejak dulu, bukan sekedar rencana cadangan.

Karier di Dunia Kecantikan

Namanya mulai dikenal publik saat mengikuti ajang Miss Philippines-Earth 2013. Dalam kompetisi itu, dia berhasil masuk 10 besar dan juga memenangi beberapa penghargaan tambahan seperti Miss Global International dan Miss Genuine Person.

Walaupun tidak jadi pemenang utama, kehadirannya di panggung nasional menarik perhatian berkat dukungan kuatnya untuk literasi dan pendidikan lingkungan.

Dalam sesi wawancara waktu itu, Lullete menekankan bahwa ikut kontes kecantikan bukan cuma untuk mahkota, tapi untuk memberdayakan perempuan.

MEMBACA  Eksklusif: Satellite Chemical dan Vinmar Terima Surat Pemerintah AS yang Cegah Pembongkaran Etana di Tiongkok

Dia percaya perempuan bisa lebih proaktif dan terlibat dalam program-program yang bantu kurangi eksploitasi terhadap wanita.

Komitmennya pada pendidikan juga terlihat dari advokasinya, dimana dia mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang isu lingkungan lewat literasi.

Di luar panggung, Lullete bekerja sebagai guru profesional setelah lulus Ujian Lisensi Guru tahun 2015. Rekan-rekannya menggambarkan dia sebagai pendidik yang tegas tapi sangat peduli.

Keluarga

Dia juga dikenal sebagai ibu dari tiga anak, yang sering membagikan momen kebersamaan keluarganya di media sosial.
Tragedi penembakan yang merenggut nyawanya terjadi di depan rumahnya di Roxas, Isabela. Dia dinyatakan meninggal setelah sempat dilarikan ke Manuel Roxas District Hospital.

Halaman Selanjutnya

Ketiga anaknya yang ada di lokasi kejadian dilaporkan selamat secara fisik, walaupun mengalami trauma psikologis. Kepergian Lullete Jane De Guzman Ramilo meninggalkan kesedihan yang dalam, bukan cuma untuk keluarga, tapi juga untuk komunitas yang pernah dia layani.

Tinggalkan komentar