Bocah Kelas 3 SD Tewas Tenggelam di Embung Sejuk Cipayung Meski Tak Bisa Berenang, Korban Tetap Bermain di Lokasi

Ringkasan Berita:

Seorang anak laki-laki berinisial MIR (9 tahun) tenggelam saat bermain di Embung Sejuk, Cipayung, Jakarta Timur, pada Minggu sore.

Siswa kelas 3 SD itu diduga tenggelam karna tidak bisa berenang. Ia sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar waduk tersebut.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, telah membenarkan kejadian ini dan menyatakan korban meninggal di lokasi.

**WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA** – Seorang bocah berinisial MIR (9) ditemukan tewas setelah tenggelam di Embung Sejuk, Cipayung, Jakarta Timur. Insiden ini terjadi pada hari Minggu (15/2/2026) sore.

Korban yang merupakan pelajar kelas 3 SD diduga tidak mampu berenang. Ia tenggelam saat sedang asik bermain dengan beberapa temannya di area waduk.

Menurut kesaksian N yang melihat kejadian, awalnya MIR dan kawan-kawannya mendatangi sebuah rumah di kompleks tersebut. Mereka hendak mengajak anak lain, berinisial K, untuk ikut bermain.

Namun, panggilan mereka berkali-kali tidak membangunkan K yang sedang tertidur. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pergi ke Embung Sejuk tanpa K.

N menyebutkan, orang tua K merasa sangat bersyukur karena anaknya tidak ikut serta ke waduk pada saat MIR mengalami kejadian nahas tersebut.

“Seharusnya ada imbauan atau penempatan papan peringatan supaya anak-anak tidak bermain air atau berenang di waduk ini,” ujar N.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, mengonfirmasi bahwa korban memang meninggal dunia di Embung Sejuk.

“Korban tidak bisa berenang. Pada saat teman-temannya sudah naik ke daratan, mereka baru menyadari korban hilang dan langsung meminta bantuan warga sekitarnya,” jelas Edy kepada *Warta Kota*, Senin (16/2/2026).

Warga pun berdatangan untuk membantu proses evakuasi anak yang tenggelam di Embung Sejuk tersebut.

MEMBACA  5 Langkah Keuangan yang Harus Dilakukan Kelas Menengah Saat Elon Musk Mundur dari DOGE

Setelah beberapa jam dilakukan pencarian, jasad korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Tidak ada unsur paksaan atau dorongan dari teman-temannya. Murni karena korban tidak bisa berenang lalu tenggelam,” tegas Edy.

Setelah dievakuasi, orang tua MIR sempat membawa anaknya ke sebuah klinik terdekat dengan harapan masih ada tanda-tanda kehidupan.

Sayangnya, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi meskipun sudah ditangani oleh dokter di klinik tersebut. (m26)

Tinggalkan komentar