Anggaran Lebih Besar, Perjalanan Lebih Berani: Temuan Klook, 88% Milenial dan Gen Z Pertahankan Gaya Belanja Travel Kuat hingga 2026

Laporan Klook Travel Pulse 2026 Ungkap Tren Perjalanan Global

Singapura (ANTARA/PRNewswire) – Ketidakpastian ekonomi global tidak meredam keinginan para traveler untuk bepergian. Temuan baru dari Klook Travel Pulse 2026[1] menunjukkan bahwa traveler Generasi Milenial dan Gen Z menghabiskan lebih banyak uang untuk perjalanan, tidak hanya domestik tapi juga internasional, serta mengubah cara dan tempat mereka mengeksplorasi.

Menurut studi tersebut, 88% traveler global berencana menambah atau mempertahankan anggaran perjalanan mereka di tahun 2026. Traveler dari kawasan Asia Pasifik (APAC) memiliki niat 50% lebih tinggi untuk menambah pengeluaran perjalanan dibandingkan traveler dari Eropa dan AS, memperkuat posisi kawasan ini sebagai mesin pertumbuhan industri perjalanan dunia. Niat untuk bepergian juga tetap kuat, dengan sembilan dari 10 traveler global merencanakan perjalanan internasional di 2026. Dari jumlah ini, 61% berharap dapat bepergian pada paruh pertama tahun, naik dari 50% tahun lalu.

"Perjalanan tetap tangguh meski biaya hidup meningkat. Yang kami saksikan adalah pergeseran mendasar dalam cara traveler menilai nilai," kata Marcus Yong, Wakil Presiden Pemasaran Global di Klook. "Alih-alih mengurangi, mereka berbelanja dengan lebih cerdas, memprioritaskan pengalaman yang lebih kaya, itinerari yang fleksibel, dan penemuan yang lebih mendalam. Mereka mencari nilai eksperiensial yang jauh melampaui sekadar mencentang destinasi dari daftar."

Pengalaman Di Atas Segalanya
Data Klook mengungkap pergeseran jelas dalam prioritas pengeluaran traveler. Ketika dihadapkan pada biaya yang meningkat, traveler memilih untuk mengurangi belanja dan pembelian barang materiil daripada mengurangi aktivitas dan pengalaman, sebuah tren yang paling terlihat di APAC.

Traveler APAC mendorong pola pikir yang mengutamakan pengalaman ini, dengan kemungkinan hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan rekan mereka di Eropa dan AS untuk menambah pengeluaran pada pengalaman. Mereka sangat bersedia membayar lebih untuk pengalaman di setiap kategori, memposisikan APAC sebagai pendorong utama perjalanan berbasis pengalaman.

MEMBACA  Bagaikan Langit dan Bumi: Gaji Bulanan di Kota Terkaya vs Termiskin di Dunia

Rute Perjalanan Berubah: Tujuan Akrab dan Cakrawala yang Lebih Luas
Daripada memilih antara destinasi yang sudah dikenal atau yang baru, traveler semakin melakukan keduanya dalam perjalanan yang sama. Dua pertiga traveler berencana mengunjungi beberapa destinasi dalam satu perjalanan, menandai pergeseran yang jelas dari itinerari satu tujuan. Kota-kota besar bukan lagi tujuan akhir, melainkan gerbang yang memungkinkan traveler memperpanjang perjalanan mereka melampaui destinasi yang sudah dikenal.

Traveler Gen Z dari APAC memimpin pergeseran ini. Mereka menyukai itinerari dengan tempo cepat dan padat, aktif menjelajah ke luar hotspot arus utama, dan menunjukkan niat yang lebih kuat untuk menemukan lokasi yang kurang terkenal.

Jepang tetap menjadi salah satu destinasi yang paling dipertimbangkan secara global, tetapi permintaan semakin menyebar melampaui kota-kota besar ke lokasi sekunder seperti Yokohama, Hiroshima, dan Nagoya. Ini mencerminkan preferensi yang tumbuh untuk destinasi yang menawarkan ruang bernapas, kedalaman budaya, dan pengalaman lokal yang lebih khas.

Di berbagai pasar, traveler menyebutkan pengalaman lokal yang otentik (42%), peluang menemukan hidden gems (39%), dan keterjangkauan (37%) sebagai pendorong utama untuk menjelajahi tempat yang kurang dikenal. Penemuan tidak lagi hanya didorong oleh kebaruan, tetapi oleh nilai, akses, dan kedalaman.

Pola perjalanan ini meluas di luar Asia, dengan destinasi yang sedang berkembang di seluruh Australia (Cairns, Hobart), Eropa (Baix Llobregat, Tromsø) dan Timur Tengah (Sharjah, Hurghada) mendapatkan daya tarik di kalangan traveler yang mencari perbedaan daripada pengulangan.

Pengaruh Sosial Bertemu Kecerdasan Buatan: Dua Mesin yang Mendukung Penemuan dan Tindakan
Penemuan dan perencanaan perjalanan sekarang didukung oleh inspirasi dari media sosial dan kepraktisan kecerdasan buatan (AI).

Media sosial tetap menjadi mesin utama pengaruh, dengan 80% traveler global mengatakan media sosial secara aktif mempengaruhi destinasi atau pengalaman yang mereka pesan. Yang penting, konten sosial kini membangun kepercayaan, memberikan keyakinan kepada traveler untuk menjelajahi destinasi baru dan mengejar pengalaman.

MEMBACA  Jeffrey Epstein Menunjuk Jes Staley dan Lawrence Summers sebagai Pelaksana Wasiatnya

AI dengan cepat muncul sebagai alat perencanaan perjalanan, sekarang digunakan secara luas oleh 91% traveler global. Namun, perannya sebagian besar masih fungsional. Kasus penggunaan AI yang paling umum adalah untuk tugas terkait perjalanan seperti riset, penerjemahan, mengatur itinerari, dan manajemen anggaran.

Bersama-sama, kombinasi ini menciptakan sebuah siklus yang kuat: konten sosial memicu keinginan awal untuk bepergian, dan AI membantu traveler menerapkan filter praktis seperti keterjangkauan, kemudahan transportasi, dan waktu yang dibutuhkan, sebelum memutuskan. Ini menandakan pergeseran yang pasti dari inspirasi viral ke penemuan yang tervalidasi.

Tahun 2026 akan menjadi tahun perjalanan yang lebih intentional dan terdistribusi. Bagi industri, ini menandai pergeseran yang menentukan: penemuan bukan lagi sekadar hal yang baik untuk dimiliki, melainkan sebuah mesin yang mendefinisikan ulang di mana, bagaimana, dan mengapa orang bepergian.

Tentang Klook:
Klook adalah platform pengalaman pan-regional terkemuka di Asia Pasifik, yang dibangun untuk mendigitalkan pengalaman dan membuatnya dapat diakses oleh setiap traveler. Misi kami adalah membangun infrastruktur digital untuk ekonomi pengalaman global — memberdayakan merchant untuk berbagi passion mereka dan traveler untuk menemukan denyut nadi setiap destinasi. Kami mengoperasikan platform kurasi berbasis mobile pertama, menampilkan beragam pengalaman di berbagai destinasi global.

SUMBER Klook

Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

[1] Klook Travel Pulse adalah riset konsumen global tahunan yang mengungkap perilaku dan sentimen perjalanan yang muncul dari Generasi Milenial dan Gen Z yang merupakan basis pengguna inti Klook dan kekuatan dominan di pasar perjalanan global. Dalam edisi keempatnya, survei ini mencakup 11.000 konsumen dari Hong Kong, Taiwan, Tiongkok Daratan, Jepang, Korea, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, Indonesia, Australia, Selandia Baru, India, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Inggris Raya dan AS.

MEMBACA  Indonesia Memiliki Strategi Ampuh Melawan Pemanasan Global.

Tinggalkan komentar