Senin, 16 Februari 2026 – 00:01 WIB
Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui sering dikritik publik karena dianggap terlalu mengurus Persija, klub sepak bola Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu 15 Februari 2026.
Awalnya, Pramono menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Betawi sebagai identitas Jakarta. “Sekali lagi, saya sebagai Gubernur Jakarta ingin sekali menjadikan Betawi itu menjadi identitas kota yang sangat kuat,” kata Pramono.
Dia kemudian mengatakan banyak mendapat kritik masyarakat karena terlalu ikut campur dalam urusan sepakbola. Namun, Pramono menilai Persija juga bagian dari identitas Jakarta, sehingga dirinya memiliki kewenangan sebagai gubernur.
“Bahkan saya sekarang ini dikritik dianggap Gubernur terlalu ngurusin Persija. Ya masa saya ngurus yang lain? Ya pasti Persija saya urusin,” kata Pramono.
Politisi PDIP itu lalu bercerita bahwa dirinya tidak bisa tidur nyenyak ketika Persija kalah dalam pertandingan melawan Arema, klub sepak bola dari Malang.
“Kemarin kalah 2-0 lawan Arema aja enggak bisa tidur saya. Saya kalau sudah kalah Persija, ketemu Diky Ketua Jakmania aduh sebel banget tuh,” ungkapnya.
tvOnenews/Syifa Aulia
Pramono Ingin Budaya Betawi Masuk Kurikulum Sekolah
Menurut Pramono, pendidikan budaya Betawi perlu diterapkan sejak di sekolah. Tujuannya agar anak-anak lebih mengenali tentang Betawi dan Kota Jakarta.
VIVA.co.id
15 Februari 2026