Ringkasan Berita:
Siswa penerima KJP dari SMK negeri di Jakarta mendominasi ajang Virtual Company Indonesia (VCI) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Sekolah HighScope Indonesia melalui Redea Institute; diikuti 18 tim dan 92 siswa yang bersaing mempresentasikan rencana bisnis dalam bahasa Inggris. Gelar juara diraih oleh siswa dari SMKN 51, SMKN 20, dan SMKN 43 Jakarta di berbagai kategori. Dinas Pendidikan DKI menilai acara ini mendorong pendidikan vokasi berbasis industri dan melahirkan calon wirausaha muda.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) kembali membuktikan kualitasnya. Dalam ajang Virtual Company Indonesia (VCI) 2026, pelajar SMK negeri di Jakarta tampil sangat dominan dan memborong banyak gelar juara. Mereka berkompetisi secara setara dengan sekolah-sekolah jaringan lain dalam lomba bisnis berstandar industri ini.
Program VCI yang digelar oleh Sekolah HighScope Indonesia melalui Redea Institute telah mencapai babak final di kampus SHI TB Simatupang pada Rabu (11/2/2026). Sebelumnya, sebanyak 18 tim dari tujuh sekolah jaringan dengan total 92 siswa telah melalui tahap Business Plan Competition pada 28–29 Januari 2026.
Para peserta berasal dari SMKN 18, SMKN 20, SMKN 43, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang. Mereka ditantang untuk mempresentasikan ide bisnis dan strategi manajemen sepenuhnya dalam bahasa Inggris di hadapan dewan juri yang merupakan praktisi industri.
Yang menarik, para pemenangnya berasal dari kalangan siswa penerima KJP. Enam siswa dari SMKN 51, satu siswa dari SMKN 20, serta empat siswa dari SMKN 43 berhasil membawa pulang gelar juara. Prestasi ini membuktikan bahwa akses, pembinaan, dan kesempatan yang tepat mampu melahirkan talenta muda berdaya saing tinggi, tanpa harus melihat latar belakang ekonominya.
Di kategori Silver, nama-nama tim dari SMK negeri Jakarta sangat mencuri perhatian. Tim Santara dari SMKN 20 Jakarta meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu Best Outstanding Presentation dan Best Business Plan. Sementara itu, tim Ventuphous dari SMKN 51 Jakarta memenangkan kategori Best Marketing Strategy, dan tim Revo’N dari SMKN 43 Jakarta menyabet gelar Best Innovative Idea.
Penampilan mereka dinilai solid, matang secara konsep, serta mampu membaca kebutuhan pasar dengan pendekatan berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Founder & CEO Redea Institute, Antarina S.F. Amir, menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan lagi soal ketersediaan informasi, tetapi pada keberanian untuk mempraktikkanya.
“Tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan kekurangan informasi, melainkan kurangnya implementasi,” ujarnya.