Kabupaten Bogor (ANTARA) – Pemerintah Indonesia sedang memperkuat sinergi antar lembaga dan pemangku kepentingan di dalam negeri sekaligus melibatkan mitra internasional untuk mengatasi krisis planet tiga kali lipat, kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq pada Minggu.
Beliau menyebut tantangan global yang saling terkait yaitu perubahan iklim, polusi, dan sampah selama acara bersih-bersih dan penanaman pohon di sepanjang Sungai Cikeas, Bogor, Jawa Barat, yang digelar untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.
“Negara kita terperangkap dalam pusaran krisis planet tiga kali lipat, yang telah menjadi tantangan konkret yang kita hadapi sehari-hari, bukan lagi isu global yang jauh,” ujar Hanif.
Dia mengutip data dari Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), yang menunjukkan bahwa suhu global telah naik 1,4 derajat Celsius sejak era pra-industri.
“Tren ini sangat mempengaruhi negara tropis seperti Indonesia, membuat kita terpapar curah hujan ekstrem, bencana hidrometeorologi, banjir, dan kenaikan permukaan laut yang semakin menjadi hal biasa baru,” tambahnya.
Hanif juga menyoroti masalah pengelolaan sampah Indonesia yang terus-menerus, khususnya kondisi sungai-sungai di seluruh negeri.
“Sejak saya menjabat, saya belum menemukan satu pun sungai yang benar-benar bebas dari sampah, baik plastik maupun limbah lainnya,” ujarnya, seraya menyerukan upaya kolektif dari hulu ke hilir untuk menekan sampah laut.
Dia lebih lanjut menunjuk pada Rencana Aksi Plastik Nasional pemerintah sebagai bagian dari langkah konkret untuk menjawab tantangan lingkungan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hazuarli Halim mengatakan melindungi lingkungan adalah tanggung jawab moral dan agama.
“Merupakan kewajiban bagi kita semua untuk menjaga keseimbangan lingkungan alam yang telah Allah ciptakan,” ujarnya.
Hazuarli menambahkan bahwa MUI telah menyatakan membuang sampah sembarangan, termasuk ke badan air, sebagai hal yang terlarang, menekankan pentingnya mendorong pendekatan agama dalam pengelolaan sampah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Berita terkait: Indonesia kurangi pembuangan terbuka jadi 66 persen seiring peningkatan pengelolaan sampah
Berita terkait: Kementerian ambil tindakan hukum dalam kasus pencemaran Sungai Cisadane
Penerjemah: M. Fikri, Tegar Nurfitra
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026