Sejalan dengan prioritas nasional, program ini menjawab kebutuhan yang makin besar akan pemimpin yang mampu menterjemahkan AI ke dalam strategi bisnis.
Singapura (ANTARA/PRNewswire) – Singapore Management University (SMU) telah meluncurkan Master of Science in Business AI yang baru. Program ini bertujuan mengembangkan talenta yang kritis namun saat ini kurang tersedia: pemimpin bisnis yang fasih dalam AI serta memiliki dasar pengetahuan bisnis lintas fungsi, strategi, dan kepemimpinan.
Program ini selaras dengan prioritas SkillsFuture dan Smart Nation Singapura, yang menekankan pembangunan keahlian AI dan penguatan kemampuan pengambilan keputusan berbasis data di seluruh tenaga kerja. Seiring AI menjadi pusat dalam cara organisasi beroperasi, permintaan akan keterampilan terkait AI terus tumbuh, dengan perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik makin mengadopsi alat AI dan mengintegrasikannya ke dalam alur kerja dan model operasional.
“Kesenjangan keahlian AI yang sebenarnya bukan hanya teknis—melainkan dalam penerjemahannya,” kata Profesor Sungjong Roh, Direktur Akademik Master of Science in Business AI di SMU. “Meski organisasi mungkin punya akses ke alat AI, jauh lebih sedikit yang memiliki pemimpin dan eksekutif yang tahu cara bekerja dengannya secara strategis, menerapkannya dengan bertanggung jawab, serta memastikan mereka menciptakan nilai sekaligus mengelola risiko dengan efektif. Program ini menutup kesenjangan kritis itu.”
Membangun kumpulan pemimpin bisnis yang dapat memimpin dengan AI
Dengan membina sejumlah pemimpin bisnis yang sadar sosial dan siap mengambil peran strategis di organisasi yang didukung AI, program Master of Science in Business AI mencerminkan visi SMU untuk inovasi dalam pendidikan.
Dikembangkan dengan erat selaras kebutuhan industri, program ini bertujuan mendidik lulusan yang fasih dalam bahasa teknologi AI dan, yang lebih penting, terampil dalam pengambilan keputusan manajerial, kecerdasan bisnis, serta transformasi strategis dalam ekonomi yang digerakkan AI.
Berbeda dari program tradisional yang fokus pada pengembangan AI teknis atau pelatihan manajemen umum, Master of Science in Business AI SMU secara eksplisit mengutamakan bisnis. Program ini menekankan kepemimpinan praktis dan aplikasi strategis, serta membedakan diri dalam tiga cara kunci:
- Integrasi antar-disiplin: Strategi bisnis, intelijen keputusan, kemampuan AI, dan etika diajarkan sebagai satu kesatuan terpadu, bukan sebagai disiplin yang terpisah. Mahasiswa belajar beroperasi di persimpangan antara kepemimpinan senior dan tim teknis—kemampuan yang makin dibutuhkan industri.
- Pembelajaran praktis dan interaktif: Kurikulum mencakup kursus khas seperti Kolaborasi Manusia-AI, Bercerita dengan Data dan Influencing yang Diperkuat AI, Manajemen Perubahan untuk AI yang Disruptif, serta Inovasi dan Operasi di Pasar Online Cerdas. Pedagogi interaktif khas SMU dalam gaya seminar mendorong keterlibatan mendalam, pembelajaran sebaya, dan integrasi erat dengan praktik industri.
- Kesesuaian kuat dengan kebutuhan nasional dan industri: Program ini langsung mendukung prioritas SkillsFuture dan Smart Nation Singapura dengan membangun kemampuan dalam Intelijen Bisnis, pengambilan keputusan berbasis AI, dan tata kelola AI yang bertanggung jawab—area-area kritis untuk mempertahankan daya saing dalam ekonomi yang diperkuat AI.
Dengan hubungan industri yang kuat di Singapura dan seluruh Asia, SMU berujuan agar program ini berkontribusi langsung pada pengembangan calon pemimpin bisnis yang siap AI di negara ini. Dengan mengembangkan “pembangun jembatan” yang dapat menghubungkan kepemimpinan senior dengan tim teknis dan memastikan investasi AI diterjemahkan menjadi nilai bisnis, universitas terus mendukung ambisi Singapura untuk tetap kompetitif dalam ekonomi global yang digerakkan AI.
Pendaftaran untuk Master of Science in Business and Artificial Intelligence telah dibuka mulai hari ini untuk penerimaan Agustus 2026. Kunjungi situs webnya di sini.
Sumber: Singapore Management University
Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Hak Cipta © ANTARA 2026