Pembawa Acara ‘Ramsey Show’ Berujar: “Selera Anda Bisa Jadi yang Tertinggi di Dunia,” Tapi Ingatkan, “Jika Tak Mampu, Ya Tak Mampu”

Pertanyaan tentang perumahan bisa cepat berubah jadi ujian harapan saat angka-angka udah dibahas.

Itu pelajaran yang didapat David waktu dia cerita ke acara “The Ramsey Show” tentang usahanya membeli rumah yang diinginkan pacarnya, pas dia lagi mikir buat melamar.

David nelpon dari Santa Monica, California. Dia bilang pacarnya punya penghasilan bagus dan punya gambaran jelas soal rumah impiannya. Waktu mereka bicara tentang pernikahan dan langkah selanjutnya, David pengen jelas dulu soal uang dan apa harapan itu masuk akal dengan kemampuannya.

Jangan Lewatkan:

“Kamu bisa punya selera dan standar setinggi apapun,” kata co-host John Deloney. “Itu bagus. Tapi kalau nggak mampu, ya nggak mampu.”

Deloney kasih tau soal waktu, beli rumah sama orang yang belum dinikahi itu berisiko, karena pasangan pacaran nggak punya perlindungan hukum kalo hubungan putus dan rumah harus dijual.

Bahkan saat bayangin mereka udah menikah, pesannya tetep sama. Masalahnya bukan selera atau standar, kata Deloney. Tapi soal “hitungan matematika.”

Sedang Trend: Dirancang untuk investor dengan keyakinan pasar kuat, REX Shares membangun ETF untuk pendapatan, leverage, dan posisi taktis — jelajahi pilihannya.

Waktu David fokus ke bagaimana pacarnya mungkin bereaksi, co-host Ken Coleman alihkan pembicaraan ke harapan. “Aku pengen tau apa cewek ini mau sama kamu,” katanya, “atau dia cuma mau rumahnya.”

Coleman bilang harapan yang nggak realistis nggak akan hilang kalau nggak dihadapi, dan biasanya muncul lagi nanti jadi pertengkaran. Deloney nambahin, memaksakan angka cuma akan tukar rumah mahal dengan kecemasan dan stres.

Waktu David bilang dia mau “kasih tau dia angkanya,” Deloney kasih angka langsung. Cicilan rumah sebaiknya nggak lebih dari 25% dari gaji bersih, dengan uang muka 10% sampai 20%. Lebih dari itu, katanya, artinya nggak terjangkau.

MEMBACA  Data pasar perumahan menunjukkan bahwa para pembeli yang paling optimis selama pandemi lebih cenderung berhenti membayar hipotek mereka.

Lihat Juga: Dari Moxy Hotels ke Properti $12B — Perusahaan Di Balik Properti Terkeren di NYC Sekarang Buka untuk Investor Perorangan.

David cerita kalo pacarnya dulu pernah beli rumah padahal nggak mampu, tapi akhirnya dapat untung karena harga naik. Deloney jawab, sekali beruntung bukan alas an untuk mengulanginya lagi.

Tinggalkan komentar