Jakarta (ANTARA) – Dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, menargetkan perluasan proyek Hajj Village di Mekah, Arab Saudi, dengan membeli sebidang tanah lain yang berjarak 600 meter dari Masjidil Haram.
Perluasan ini menyusul akuisisi hotel (Novotel Makkah) dan aset properti yang terletak dalam kompleks Thakher City, sejauh 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
“Selanjutnya, kami akan membeli tanah sekitar 600 meter dari Masjidil Haram,” kata CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam presentasinya di Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Jumat.
Dia menjelaskan bahwa Hajj Village akan dilengkapi dengan terowongan. Namun, dia tidak merincikan terowongan mana yang akan menghubungkannya ke kawasan Mekah.
“Ada terowongan langsung, dan kami sudah membeli baik hotel maupun tanah di Hajj Village,” jelas Roeslani.
Kemudian dia menyebutkan rencana Danantara untuk membangun total 13 gedung di kawasan Hajj Village guna menampung jamaah haji dan umrah Indonesia.
“Kesepakatan ini ditandatangani pada 14 Desember 2025. Kami akan membangun 13 menara di area tersebut,” ungkapnya.
Sebelumnya, Danantara Indonesia melaporkan perkembangan pembangunan Kompleks Haji di Mekah, Arab Saudi, dengan Kompleks Thakher sebagai pondasi awal yang sudah berjalan.
Kompleks Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah, yang sudah beroperasi di lahan seluas sekitar 4,4 hektar yang terletak kira-kira 2-3 kilometer dari Masjidil Haram.
Kompleks itu akan memiliki sekitar 1.461 kamar di tiga menara, serta sekitar 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk area komersial dan ritel.
“Kawasan ini secara bertahap dirancang untuk berkembang menjadi sekitar 6.000 kamar dengan perkiraan kapasitas sekitar 22.000 jamaah, atau sekitar 10 persen dari total jumlah jamaah haji Indonesia setiap tahunnya,” kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir.
Berita terkait: Presiden Prabowo janjikan biaya haji terjangkau bagi muslim Indonesia
Berita terkait: Prabowo apresiasi hormat Saudi saat Indonesia dapatkan slot kompleks haji pertama
Penerjemah: Muhammad Heriyanto, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026