Elon Musk Meraih Kemenangan dalam Perang Melawan Pengawasan Pemerintah

Elon Musk baru saja meraih kemenangan besar setelah regulator ketenagakerjaan tertinggi di Amerika Serikat menghentikan kasusnya terhadap SpaceX terkait pemecatan delapan karyawan.

Dewan Hubungan Perburuhan Nasional (NLRB) mengirimkan surat bulan ini kepada pengacara yang mewakili para pekerja yang dipecat, menyatakan bahwa mereka menolak kasus tersebut karena masalah yurisdiksi, menurut laporan Bloomberg.

Sengketa ini bermula dari tahun 2022, ketika sekelompok karyawan SpaceX menyebarkan surat terbuka yang mendesak perusahaan untuk menjauhkan diri dari perilaku Musk di media sosial. Tak lama setelahnya, para karyawan tersebut dipecat. Pada tahun 2024, NLRB mengeluarkan keluhan formal terhadap perusahaan roket itu, dengan tuduhan bahwa pemecatan tersebut bersifat balas dendam dan melanggar hak pekerja untuk terlibat dalam aktivitas kolektif yang dilindungi.

Namun kini, dewan tersebut menyimpulkan bahwa SpaceX berada di luar yurisdiksinya. Dalam suratnya bulan ini, NLRB sependapat dengan argumen SpaceX bahwa perusahaan tidak berada di bawah kewenangan lembaga tersebut.

“Oleh karena itu, Dewan Hubungan Perburuhan Nasional tidak memiliki yurisdiksi atas Perusahaan dan, atas dasar itu, saya menolak tuduhan Anda,” tulis Danielle Pierce, seorang direktur regional lembaga tersebut, dalam surat yang diperoleh Bloomberg.

Dewan ketenagakerjaan itu mengutip opini terbaru yang dikeluarkan oleh Dewan Mediasi Nasional (NMB), yang menentukan bahwa insinyur SpaceX berada di bawah yurisdiksinya.

Perbedaan ini sangat signifikan. Di bawah hukum federal, pekerja yang dilindungi NLRB memiliki hak luas untuk berorganisasi dan melakukan aksi kolektif, dengan atau tanpa serikat pekerja. Sementara pekerja di bawah NMB beroperasi di bawah statuta berbeda yang menawarkan perlindungan lebih sempit.

NMB mengawasi perusahaan kereta api dan maskapai penerbangan, sedangkan NLRB mencakup sebagian besar pemberi kerja sektor swasta lainnya. SpaceX berargumen bahwa mereka berada di bawah yurisdiksi NMB karena memungkinkan pelanggan memesan perjalanan ruang angkasa layaknya maskapai—jika dilihat sambil memicingkan mata. Para karyawan yang dipecat membantah klaim ini, dengan menunjukan bahwa SpaceX tidak beroperasi seperti maskapai tradisional dan perjalanannya tidak terbuka untuk umum. Selain itu, NMB saat ini tidak memiliki kewenangan atas perusahaan yang menyediakan perjalanan ruang angkasa komersial.

MEMBACA  Kemenangan Gemilang Mamdani, Namun Tantangan Berat Menanti

Meski demikian, penghentian kasus ini merupakan perkembangan penting dalam perjuangan Musk yang lebih luas melawan regulator federal. SpaceX sebelumnya telah menantang kewenangan NLRB, dengan alasan bahwa struktur lembaga tersebut tidak konstitusional.

Keputusan ini muncul saat Musk, sekutu tidak tetap Presiden Donald Trump yang menyumbang jutaan dolar untuk kampanye presidennya, berulang kali mencoba mempengaruhi Washington. Pasca pemilu, Musk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang kini sudah dibubarkan, yang mendorong pemotongan anggaran di berbagai lembaga federal. Sementara itu, administrasi lambat dalam mengisi posisi di badan pengawas yang mengawasi perusahaan-perusahaan Musk, termasuk NLRB dan Biro Perlindungan Keuangan Konsumen.

Dan Musk bukanlah satu-satunya miliarder yang mendekatkan diri ke Trump sambil memerangi upaya organisasi buruh di perusahaannya. Amazon, yang didirikan oleh Jeff Bezos, juga berargumen bahwa struktur NLRB tidak konstitusional, setelah raksasa ritel itu gagal menandatangani kontrak dengan pekerja yang telah memilih untuk berserikat.

Kedekatan Bezos dengan Trump juga baru-baru ini terlihat. Amazon MGM dilaporkan membayar sekitar $40 juta untuk hak atas film dokumenter tentang kehidupan Ibu Negara Melania Trump, kemudian menghabiskan $35 juta lagi untuk pemasaran. Dan baru pekan lalu, Bezos menyambut Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di markas Blue Origin, sebuah bisnis yang masa depannya sangat bergantung pada kontrak pemerintah.

Di sisi lain, kedelapan mantan karyawan SpaceX tersebut terus melanjutkan klaim pelecehan dan pembalasan terkait pemecatan mereka dalam kasus terpisah yang diajukan di California.

SpaceX dan NLRB tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Gizmodo.

Tinggalkan komentar