Momen Panji Pragiwaksono Meminta Maaf di Hadapan 32 Perwakilan Adat Toraja, Dikenai Denda Satu Ekor Babi dan Lima Ekor Ayam

Kamis, 12 Februari 2026 – 10:42 WIB

Tana Toraja, VIVA – Komika Pandji Pragiwaksono datang ke Tongkonan Layuk Kaero, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kedatangannya pada Selasa 10 Februari kemarin adalah untuk menjalani peradilan adat Toraja. Hal ini menyusul polemik dari materi stand up comedy-nya yang berjudul “Mesakke Bangsaku”.

Baca Juga :


Jalani Sidang Adat, Pandji Pragiwaksono Akui Takjub dengan Budaya Toraja’

Dalam peradilan itu, Pandji dikenai hukuman yang mewajibkan dia untuk minta maaf serta membayar denda satu ekor babi dan lima ekor ayam.

Salah seorang tokoh adat menjelaskan, sanksi tersebut adalah bagian dari ritual untuk memohon maaf kepada leluhur dan masyarakat adat setempat.

Baca Juga :


Sudah Jalani Sanksi Adat di Toraja, Ini Kata Pandji Pragiwaksono

“Pelengkap dari ritual permohonan maaf kepada leluhur kami adalah satu ekor babi dan lima ekor ayam,” ujarnya.

Dalam sidang, Pandji secara terbuka menyampaikan permintaan maaf. Dia mengakui bahwa materi yang menyinggung itu muncul karena kurangnya pengetahuan dia tentang adat dan budaya Toraja secara mendalam.

Baca Juga :


Ungkapan Penyesalan Pandji Pragiwaksono, Usai Jalani Sidang Adat di Toraja

Pandji menyadari bahwa materinya berasal dari literatur dan narasumber yang kurang tepat. Dia menyesal tidak langsung berkomunikasi dengan masyarakat Toraja untuk memahami budayanya secara lebih utuh.

“Berdasarkan proses peradilan adat yang digelar oleh 32 perwakilan adat Toraja, dengan harapan tidak lagi menyakiti, melukai hati, dan mengganggu masyarakat dan alam Toraja,” kata Pandji pada Selasa lalu.

Sementara itu, Penasihat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Lewaran S Rantelakbi, menjelaskan sanksi untuk Pandji bertujuan memulihkan kegelisahn masyarakat Toraja yang merasa tersinggung dengan materinya.

MEMBACA  Acara Pers Terbaik, Konferensi, dan Pameran Dagang, Dinilai oleh CNET

“Sanksi ini untuk memulihkan kegelisahan masyarakat Toraja yang adat dan tradisinya sempat disinggung dalam materi stand up comedy-nya,” jelas Lewaran.

Pendapat serupa disampaikan Wakil Dewan Adat Toraja, Y.S. Tandirerung. Dia berharap kedatangan Pandji ke Tongkonan Layuk Kaero dapat memulihkan harmoni kehidupan yang terganggu akibat materinya.

“Pelaksanaan ritual adat ini adalah langkah tegas dewan adat agar kejadian serupa tidak terulang dan adat budaya nusantara tidak dijadikan lelucon,” kata Y.S. Tandirerung.

Halaman Selanjutnya

Dewan adat berharap Pandji tidak lagi menjadikan adat Nusantara sebagai materi dalam stand up comedy-nya, terutama jika belum didahului dengan riset yang mendalam.

Tinggalkan komentar