Jutaan orang diperkirakan akan memberikan suara dalam pemilihan pertama sejak Perdana Menteri Sheikh Hasina tersingkir.
Setelah berminggu-minggu unjuk rasa, pada Agustus 2024, jutaan pemuda Bangladesh berhasil melengserkan pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang telah berkuasa selama 15 tahun.
Setelah masa transisi, para pemilih di sana kini akan memberikan suara dalam pemilihan umum dan referendum konstitusional.
Banyak pihak berharap pemilihan pada Kamis ini dapat mengalihkan energi dari demonstrasi massal tersebut menjadi perubahan politik nyata serta mengonsolidasikan pondasi demokrasi di Bangladesh.
Namun, setelah puluhan tahun ketidakstabilan politik, seberapa besarkah tantangan yang akan dihadapi?
Pembawa Acara: James Bays
Narasumber:
Ashikur Rahman – Analis politik dan ekonom utama di Policy Research Institute of Bangladesh
Prapti Taposhi – Aktivis dan pemilih pemula dalam pemilu umum kali ini
Thomas Kean – Konsultan senior untuk Myanmar dan Bangladesh di International Crisis Group
Diterbitkan Pada 11 Feb 2026
Klik di sini untuk membagikan di media sosial