Kamis, 12 Februari 2026 – 06:00 WIB
VIVA – Fenomena sinkhole (lubang amblas) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, makin penuh misteri. Tim peneliti Badan Geologi Kementerian ESDM menemukan indikasi kuat ada sungai bawah tanah di dekat lokasi.
Baca Juga:
Tak Hanya Dampak Alih Fungsi Lahan, Pakar ITB Ungkap Penyebab Longsor Maut Bandung Barat
Ahli geologi teknik Badan Geologi, Taufiq Wira Buana, bilang indikasi itu ditemukan sekitar 100 meter dari titik sinkhole yang diamati sejak awal Januari 2026.
“Indikasi kuat kami bahwa adanya outlet saluran sungai bawah tanah sinkhole,” kata Taufiq di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca Juga:
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Buntut Banjir Bandang Aceh-Sumatra
Menurutnya, temuan ini adalah satu dari 11 indikasi gejala sinkhole tipe Situjuah yang muncul pada 4 Januari lalu. Tapi, Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar tak langsung anggap semua tanda itu berbahaya.
“Belasan tanda-tanda atau indikasi gejala sinkhole tipe Situjuah tersebut tidak seluruhnya membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Baca Juga:
Wakapolri Resmikan Sumur Bor untuk Warga Korban Bencana di Sumbar: Air Bersih Jadi Kebutuhan Utama
Selain indikasi aliran sungai bawah tanah, tim peneliti juga nemukan batuan berwarna krem yang disebut tuf lapili, material vulkanik. Ini menunjukkan kemungkinan terjadi erosi internal atau soil piping di bawah tanah.
Taufiq jelaskan bahwa dugaan adanya sungai bawah tanah masih akan dipelajari lagi, termasuk penyebab terbentuknya saluran air itu dan kaitannya dengan munculnya sinkhole.
Dalam penelitian, tim ambil sejumlah sampel untuk diuji, dari kualitas air sampai karakteristik tuf lapili. Hasil sementara menunjukkan tingkat keasaman air ada di angka pH 5,6 atau sedikit di bawah netral.
“Hasil pengujian kualitas air atau potential of hydrogen menunjukkan cenderung agak asam,” jelasnya.
Badan Geologi kini mendalami hubungan antara mata air yang diteliti, aliran sungai bawah tanah, serta kemunculan sinkhole Situjuah. Tujuannya untuk memastikan potensi risiko dan paham proses geologi di wilayah tersebut.