loading…
Dari 57 negara Muslim di dunia, kenapa cuma Pakistan yang punya senjata nuklir. Foto/X/@rkmtimes
ISLAMABAD – Di tengah konflik yang sedang terjadi antara Israel dan Iran, yang melibatkan serangan rudal dan drone berat dari kedua pihak, isu senjata nuklir udah jadi perhatian dunia. Meski ada 57 negara dengan mayoritas Muslim di dunia, cuma satu yang sekarang punya senjata nuklir.
Secara global, ada sembilan negara yang diakui punya persenjataan nuklir: Rusia, Amerika Serikat, China, Prancis, Inggris, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara. Semua negara ini punya lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir, dengan Rusia dan Amerika Serikat punya jumlah terbanyak. Di antara negara-negara mayoritas Muslim, Pakistan sendirian sebagai satu-satunya yang punya senjata nuklir.
Dari 57 Negara Muslim di Dunia, Kenapa Hanya Pakistan yang Punya Senjata Nuklir?
1. Pakistan Lakukan Uji Coba Nuklir di Tahun 1998
Menurut DNA India, Pakistan masuk ke daftar negara bersenjata nuklir setelah lakukan uji coba nuklir pertamanya di tahun 1998.
Di tahun 2025, perkiraan menunjukkan Pakistan punya sekitar 170 hulu ledak nuklir. Negara-negara mayoritas Muslim lainnya — termasuk Iran, Arab Saudi, Afghanistan, dan lainnya — tidak memiliki senjata nuklir.
Baca Juga: 6 Fakta Pasukan Stabilisasi Gaza, dari Pelucutan Senjata Hamas hingga Tanggung Jawab Keamanan
2. Iran Paling Berambisi Punya Senjata Nuklir
Meskipun ada pengawasan internasional yang ketat, Iran sudah membantah kalau mereka mengejar senjata nuklir, dan tidak ada bukti bahwa negara Muslim lain selain Pakistan udah mengembangkan atau punya senjata semacam itu.
3. AS dan Israel Jadi Penentu
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, dia bilang meski punya rencana, hasilnya masih belum pasti.
Trump menolak lagi untuk mengatakan apa dia akan perintahkan serangan ke Iran. “Saya punya rencana untuk segala hal… apapun bisa terjadi,” katanya. Trump menyatakan frustrasi karena Iran tidak mau buat kesepakatan, dia bilang, “Mereka seharusnya buat kesepakatan. Saya punya tawaran bagus untuk mereka.”
Trump sebutkan bahwa Iran ingin bertemu dan datang ke Gedung Putih, tapi nada bicaranya menunjukkan keraguan soal hasilnya. Dia ingat-ingat lagi negosiasi dulu, nyatakan penyesalan karena Iran lewatkan kesempatan buat capai kesepakatan, dan mengisyaratkan kemungkinan buat bicara lagi. Trump juga tekankan parahnya krisis sekarang, sebutin pertemuan yang sedang berlangsung dan dampak luas dari konflik ini.
(ahm)