Levl Kumpulkan Dana $7 Juta untuk Sediakan Infrastruktur Stablecoin bagi Fintech

Perusahaan fintech semakin banyak pakai stablecoin—jenis cryptocurrency yang harganya stabil, biasanya dikaitkan ke dollar AS. Untuk pembayaran dan kirim uang, stablecoin punya kelebihan jelas tapi bangun infrastrukturnya bisa lama dan mahal. Di sinilah Levl mau isi kekosongan itu. Startup ini mau bikin platform dimana dompet digital dan fintech lain bisa kirim uang keliling dunia dengan mudah pakai stablecoin.

Levl umumkan hari Rabu bahwa mereka dapat pendanaan $7 juta di putaran seed dipimpin Galaxy Ventures, dengan ikut serta Protagonist, Deus X, Blockchain Builders Fund, dan investor lain. Jaisel Sandhu, pendiri dan CEO Levl, tidak mau ungkap nilai valuasi perusahaannya dalam wawancara dengan Fortune.

“Daripada fintech bangun sistem internal mereka lagi, kami bisa hilangkan semua kerumitan untuk menghubungkan sistem pembayaran tradisional dengan aset digital,” kata Sandhu. “Mereka bisa dapat efisiensi dari stablecoin tanpa harus bangun semua infrastruktur itu sendiri.”

Klien Levl adalah dompet digital, neobank, dan fintech lain. Perusahaan-perusahaan ini biasanya pakai Levl sebagai platform infrastruktur untuk pengiriman uang (remitansi) atau pembayaran bisnis ke bisnis. Dua kliennya adalah TerraPay, penyedia pembayaran B2B, dan Taptap Send, perusahaan pembayaran internasional. Levl bilang saat ini punya lebih dari 20 klien.

Startup ini lihat saingan utama mereka adalah bank-bank besar, tempat remitansi dan pembayaran B2B biasanya terjadi. Sandhu bilang dengan platform Levl, uang bisa pindah instan dan dengan biaya lebih rendah dibanding lewat sistem lama itu. Dia bilang ada penyedia stablecoin lain yang fokus regional tapi kurang global skalanya dibanding Levl.

“Kami salah satu dari sedikit penyedia native stablecoin yang bisa lakukan pembayaran di Mexico dan Filipina lewat API sama yang bisa dipasang dalam beberapa hari,” ujarnya.

MEMBACA  Bahaya nasionalisme dolar menggantung di atas ekonomi dunia

Seperti banyak pendiri lain di startup crypto, Sandhu mulai karir di dunia keuangan tradisional. Dia kerja beberapa tahun di AQR, salah satu hedge fund terbesar dunia, dimana dia dagang saham dan valuta asing. Di sana, dia perhatikan nilai tukar yang dia lihat di terminal Bloomberg-nya berbeda dengan yang dia lihat di aplikasi konsumen di ponselnya. Itu akhirnya jadi inspirasi untuk Levl, yang dia percaya bisa ratakan lapangan untuk remitansi bagi konsumen dan bisnis.

Platformnya diluncurkan Agustus dan punya volume transaksi tahunan lebih dari $1 miliar. Sandhu bilang startup ini dapat pendapatan dari fee transaksi tapi tidak ungkap angka spesifik.

Dengan modal baru, Levl rencana naikin jumlah karyawan dari 18 jadi sekitar 36. Mereka juga rencana kembangkan layanannya di Amerika Latin dan Afrika.

Tinggalkan komentar