Blak-blakan! Dokter Tirta Sentil Lingkaran Mohan Hazian Soal Dugaan Pelecehan yang Diabaikan

Rabu, 11 Februari 2026 – 17:30 WIB

Jakarta, VIVA – Sorotan terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat nama Mohan Hazian masih belum mereda. Di tengah polemik yang terus berjalan, dokter Tirta kembali angkat bicara dan memberi kritik tajam tidak hanya pada tersangka, tapi juga pada lingkaran terdekatnya.

Dokter Tirta berpendapat tanggapan orang-orang di sekeliling Mohan malah memperburuk keadaan. Ia menyoroti sikap "netral" yang ditunjukkan beberapa pihak dalam lingkaran Mohan Hazian, yang menurutnya berpotensi membuat mereka dianggap membiarkan atau bahkan membenarkan tindakan bermasalah. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

"Intinya circle Mohan bawa-bawa kasus Gofar sebagai alasan mereka netral. Sudah saya jelaskan, harusnya stay with victim dulu. Tetap saja mereka ngeyel. Circle dia rata-rata adalah owner brand lokal dan influencer di kancah fesyen," kata dr Tirta lewat akun X @tirta_cipeng, dikutip Rabu 11 Februari 2026.

Menurut dr Tirta, sikap tersebut bukan cuma soal perbedaan pandangan, tapi sudah masuk ke wilayah pembiaran terhadap isu sensitif yang berkaitan dengan korban.

"Ini yang jadi masalah. Kesannya para pemilik brand lokal jadi enabler. Banyak alasan," tulis dr Tirta.

Pernyataan itu langsung memicu diskusi hangat di media sosial. Banyak netizen setuju dengan pandangan dr Tirta dan menilai sikap diam atau netral justru menunjukkan kurangnya empati pada korban.

"Bukan kesan, tapi memang enabler. Tutup mata dan cuci tangan, pura-pura tidak tahu. Pakai bawa-bawa kasus Gofar, lupa apa kalau Gofar juga merekam tanpa izin, pamer jumlah pasangan, dan memperlihatkan rekaman intimnya ke teman-teman," tulis seorang netizen.

"Iya, bukan ‘kesannya’ lagi itu, memang enabler! Mereka bisa mentolerir rape culture asal uang tetap berputar!" timbal yang lain.

MEMBACA  Judul yang Disempurnakan dalam Bahasa Indonesia: "Tanggapan Resmi Tanpa Pemahaman Mendasar"

"Setuju sama dr Tirta. Meski satu circle, seharusnya brand lokal buat pernyataan/sikap bahwa mereka stay with victim. Soal benar atau salah itu belakangan. Kalau sikapnya netral itu tanda tidak peka dengan yang dialami korban. Mau menjaga citra brand sih sah-sah saja, tapi jangan karena setia kawan (satu circle) terkesan jadi enabler," kata warganet lain.

Di tengah ramainya perbincangan, istilah enabler pun kembali mencuat dan jadi perhatian publik. Secara umum, istilah ini dipakai untuk menggambarkan individu yang secara sadar atau tidak sadar mendukung atau membiarkan perilaku bermasalah terus terjadi.

Enabler sendiri sering dikaitkan dengan pola hubungan yang memungkinkan perilaku merusak diri sendiri terus berlanjut. Meski sering dikaitkan dengan konteks kecanduan, American Psychological Association menyebut istilah ini juga bisa merujuk pada hubungan dekat yang mendukung perilaku berbahaya atau bermasalah.

Tinggalkan komentar