Google kini memberikan pengguna kendali lebih besar atas cara informasi pribadi mereka muncul dalam hasil pencarian, termasuk metode baru untuk meminta penghapusan gambar eksplisit yang disebarkan tanpa persetujuan.
Perusahaan teknologi itu mengumumkan hari ini dalam sebuah postingan blog bahwa mereka meluncurkan alat baru yang sederhana untuk mengirimkan permintaan penghapusan gambar langsung dari mesin pencarinya. Untuk mengakses alat ini, pengguna dapat mengklik tiga titik pada hasil gambar dan memilih “Hapus hasil”. Dari sana, pengguna dapat memilih opsi yang bertuliskan “Ini menunjukkan gambar seksual saya.” Pengguna juga dapat menambahkan gambar lain dalam satu permintaan.
Permintaan tersebut kemudian dapat dilacak melalui hub “Hasil tentang Anda” milik Google, dan pengguna akan menerima pembaruan status lewat email.
Setelah mengajukan permintaan, pengguna akan melihat tautan ke organisasi yang dapat memberikan dukungan emosional dan hukum, jika diperlukan.
Alat ini juga memungkinkan pengguna untuk memilih tambahan pengaman yang akan “secara proaktif menyaring hasil eksplisit lain yang mungkin muncul dalam pencarian serupa.”
“Kami berharap proses penghapusan baru ini mengurangi beban yang dihadapi korban penyebaran gambar eksplisit non-konsensual,” ujar Google dalam blog tersebut. “Seiring perluasan perlindungan yang ada, kami akan terus mendengarkan masukan dan bekerja sama dengan para ahli untuk menyediakan alat yang melindungi orang di dunia online,” imbuh perusahaan itu.
Menurut perusahaan, alat baru ini akan diluncurkan ke sebagian besar negara dalam beberapa minggu mendatang.
Selain itu, Google juga memperluas fitur “Hasil tentang Anda“, yang sebelumnya telah memungkinkan pengguna meminta penghapusan detail pribadi seperti nomor telepon dan alamat rumah dari hasil pencarian. Kini, pengguna dapat mengajukan informasi sensitif tambahan, seperti nomor ID pemerintah, untuk dipantau. Google menyatakan bahwa permintaan ini akan ditangani di bawah protokol keamanan dan enkripsi tingkat tingginya.
Setelah diajukan, Google akan secara otomatis memindai hasil pencarian yang memuat informasi tersebut dan memberi notifikasi kepada pengguna saat ditemukan kecocokan. Pengguna kemudian dapat meminta penghapusannya.
Google mencatat bahwa alat-alat ini menghapus informasi pribadi dari hasil pencariannya, namun tidak menghapus konten tersebut dari internet secara keseluruhan.
Kemampuan baru ini akan diluncurkan di Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan.
Perusahaan mengumumkan pembaruan ini pada Hari Internet yang Lebih Aman, sebuah kampanye kesadaran internasional yang berfokus pada promosi internet yang lebih aman dan baik.
Google bukan satu-satunya raksasa teknologi yang memanfaatkan hari tersebut untuk menyoroti upaya keamanan online. Microsoft memperkenalkan kurikulum sekolah dasar berbasis Minecraft yang berfokus pada keamanan online dan keamanan siber. Sementara itu, Roblox mengumumkan panduan baru untuk kaum muda mengenai standar komunitasnya yang dirancang untuk membantu pengguna yang lebih muda memahami aturan platform dengan lebih baik.