Juara dunia tujuh kali itu finis ketiga dalam biathlon—yang menggabungkan ski lintas alam dan menembak senapan—di belakang sang juara Johan-Olav Botn, sesama atlet Norwegia, serta Eric Perrot dari Prancis.
Ini merupakan medali Olimpiade kedua bagi Laegreid, yang memenangkan emas dalam lomba estafet pada Olimpiade 2022.
Ditanya mengenai pengakuannya dalam konferensi pers setelahnya, ia menambahkan: “Tentu saja, sekarang kuharap aku tidak merusak hari Johan.
“Aku tak tahu apakah itu pilihan yang tepat atau tidak, tapi itulah keputusan yang kuambil.
“Aku memilih untuk memberi tahu dunia apa yang kulakukan agar mungkin ada kesempatan dia melihat betapa berartinya dia bagiku—mungkin tidak, tapi aku tidak ingin merasa bahwa aku belum mencoba segalanya untuk mendapatkan dia kembali.
“Aku tak ingin mencuri perhatian. Kuharap ini cuma jadi berita satu-dua hari saja. Sebab, gelar juara Olimpiade itu selamanya.”
Botn meneriakkan nama mendiang rekan setimnya, Sivert Guttorm Bakken, saat ia melintasi garis finis untuk meraih emas.
Bakken ditemukan meninggal pada 23 Desember di sebuah kamar hotel di Italia utara, sekitar dua jam dari lokasi biathlon diadakan.
“Aku seolah-olah berpacu dengannya sepanjang putaran terakhir. Dan, ya, rasanya lebih seperti menyebrangi garis finis bersama, dan melihat angka satu di samping namaku sangatlah spesial,” kata Botn yang penuh emosi.
Laegreid menambahkan: “Kami berlima ada di garis start, dan satu dari kami menyaksikan dari atas. Ini sungguh untuk Sivert.”