CEO Goldman Sachs (GS) David Solomon bilang penjualan saham industri software minggu lalu terlalu luas. Dia ikut suara di Wall Street yang minta kesabaran investor, karena ada kekhawatiran dampak AI di dunia investasi.
"Cerita di minggu ini agak terlalu luas," ujar Solomon di konferensi keuangan UBS di Key Biscayne, Florida. "Akan ada pemenang dan yang kalah, dan banyak perusahaan akan beradaptasi dan baik-baik saja," tambahnya.
Komentar Solomon ini menyusul upaya eksekutif industri investasi alternatif untuk meredakan ketakutan ini saat earning call minggu lalu.
Saham manajer investasi besar seperti Apollo (APO), Ares (ARES), Blackstone (BX), dan KKR (KKR) terdampak pekan lalu, karena investasi mereka di perusahaan software yang terancam kemajuan AI.
Tekanan lebih kuat dirasakan saham perusahaan aset alternatif lebih kecil seperti Blue Owl (OWL). CEO-nya, Marc Lipschultz, mengkritik keras penjualan saham itu dalam earning call 5 Februari.
"Bagi yang berpikir perusahaan Fortune 500 akan copot semua software mereka dan cuma pakai ChatGPT, itu bukan cara kerjanya," kata Lipschultz. "Jangan percaya kata saya. Kami bukan teknolog. Percayalah pada kata Jensen Huang, CEO Nvidia."
Di Goldman, gangguan AI ke bisnis software adalah "sesuatu yang kami awasi," kata Solomon. Tapi eksposur bank ke industri itu "tidak signifikan" bagi platform mereka secara keseluruhan.
Untuk sisa 2026, Solomon tetap optimis dengan prosed dealmaking, khususnya M&A.
"Kemungkinan hasil di 2026 adalah tahun yang cukup konstruktif untuk pasar modal, dan untuk M&A," ujar Solomon.
Goldman mengalami salah satu tahun terkuatnya untuk bisnis inti dealmaking dan perdagangan di 2025, dan memasuki 2026 dengan harapan tinggi.
Hingga Senin, pendapatan perbankan investasi global tahun ini naik 10%, didorong volume M&A dan penerbitan obligasi, menurut data Dealogic.
Kesepakatan perbankan investasi terbesar tahun ini termasuk akuisisi xAI oleh SpaceX milik Elon Musk, serta deal obligasi besar dari raksasa tech Oracle (ORCL) dan Alphabet, induk Google (GOOG), yang berencana investasi besar di tengah booming AI.