Honda melaporkan pada Selasa bahwa laba mereka turun 42% untuk periode sembilan bulan hingga Desember, dibandingkan dengan tahun sebelumnnya. Penurunan ini karena tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump merugikan pendapatan pabrikan mobil Jepang ini.
Laba Honda Motor Co. yang berkantor pusat di Tokyo selama tiga kuartal itu berjumlah 465,4 miliar yen (sekitar 3 miliar dolar AS), turun dari 805,2 miliar yen.
Ini menandai tahun kedua berturut-turut bahwa laba Honda menurun selama periode tersebut. Honda adalah pembuat sedan Accord, Civic kompak, dan minivan Odyssey.
Penjualan untuk tiga kuartal itu turun 2,2% menjadi 15,98 triliun yen (sekitar 102,6 miliar dolar AS) dari tahun sebelumnya. Honda tetap mempertahankan perkiraan laba tahun fiskal penuh mereka di 300 miliar yen (sekitar 1,9 miliar dolar AS).
Menurut Honda, salah satu faktor negatif adalah melambatnya penjualan kendaraan listrik di pasar AS. Di sisi lain, kinerja divisi sepeda motor mereka yang cukup sehat menjadi faktor positif.
Honda menurunkan proyeksi rasio penjualan kendaraan listrik global mereka untuk tahun 2030 menjadi 20%, dari target sebelumnya yaitu 30%. Mereka juga membatalkan pengembangan beberapa model mobil listrik karena pasar mobil listrik sedang berubah.
Administrasi Trump, yang mendukung industri minyak dan gas, telah menarik kembali program-program sebelumnya yang mendukung penyebaran mobil listrik. Program-program yang dimulai pada masa administrasi Biden ini mendorong penggunaan mobil dan truk yang lebih bersih bagi lingkungan.
Tahun lalu, Trump menurunkan tarif untuk mobil dan suku cadang mobil menjadi 15%, dari 25% yang diumumkan sebelumnya. Jepang berjanji akan investasi 550 miliar dolar AS dalam proyek-proyek di Amerika.
Tarif ini adalah pukulan besar bagi ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor, termasuk bagi para pabrikan mobil. Pekan lalu, pabrikan mobil terbesar Jepang, Toyota Motor Corp., melaporkan penurunan laba dan mengumumkan bahwa kepala keuangan mereka, Kenta Kon, akan menjadi kepala eksekutif dan presiden baru mereka.
Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang menjabat pada Oktober sebagai pemimpin perempuan pertama Jepang, memenangkan kemenangan besar dalam pemilihan parlemen untuk partai pemerintah akhir pekan lalu. Ini diharapakan akan mempermudah Partai Demokrat Liberalnya untuk melanjutkan kebijakannya, termasuk mendorong pertumbuhan dengan meningkatkan pengeluaran pemerintah, terutama dalam teknologi dan pertahanan.
Saham Honda naik 2,1% dalam perdagangan hari Selasa. Indeks acuan Nikkei 225 ditutup 2,3% lebih tinggi, memperbarui rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut, dalam kenaikan yang antara lain dipicu oleh kepopuleran Takaichi.