Selasa, 10 Februari 2026 – 12:13 WIB
Manchester United memilih fokus penuh pada performa tim daripada mengejar pemasukan instan. Rencana tur singkat ke Timur Tengah yang sempat digadang-gadang sebagai laga uji coba bernilai jutaan pound akhirnya dibatalkan. Keputusan ini juga menutup peluang publik melihat Cristiano Ronaldo bertemu kembali dengan mantan klubnya.
Baca Juga:
Toni Kroos Ungkap Bencana Besar Terpa Liga Arab Saudi Jika Kehilangan Ronaldo
Mengutip laporan The Times, manajemen MU sebelumnya mempertimbangkan satu pertandingan persahabatan di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari agenda komersial klub. Bahkan pada awal musim, pelatih Ruben Amorim sempat menilai tur seperti itu hampir tak terhindarkan untuk menambah pemasukan.
Namun situasi berubah setelah Michael Carrick mengambil alih sebagai pelatih sementara. Di bawah arahannya, fokus tim sepenuhnya dialihkan ke pemulihan kondisi fisik dan peningkatan performa di Premier League. Ketertarikan klub terhadap laga ekshibisi itu pun jadi berkurang.
Sebenarnya jadwal MU cukup longgar. Setelah menghadapi West Ham, mereka punya jeda hingga 13 hari sebelum bertanding melawan Everton, karena sudah tersingkir dari Piala FA. Celah waktu ini awalnya dianggap momen yang tepat untuk menggelar laga komersial.
Jika rencana itu jadi, MU berpotensi menghadapi Al Nassr, klub yang sekarang dibela Ronaldo di Arab Saudi. Artinya, duel reuni emosional sang megabintang dengan Old Trafford akhirnya batal terjadi.
Baca Juga:
Nasib Tragis Michael Carrick meski Bawa MU Raih 4 Kemenangan
Carrick tampaknya tidak mau mengambil risiko mengorbankan momentum tim. Keputusan ini terbukti masuk akal. Performa MU malah menanjak. Mereka meraih empat kemenangan beruntun di Premier League dan sekarang ada di posisi keempat klasemen. MU unggul satu poin dari Chelsea dan terpaut 12 poin dari Arsenal di puncak.
Pelatih Manchester United, Michael Carrick
Pelatih asal Inggris itu menilai, jadwal yang tidak padat karena tidak bermain di kompetisi Eropa dan tersingkir cepat dari Piala FA justru memberi keuntungan. Skuad punya lebih banyak waktu buat latihan, terutama untuk memperbaiki pertahanan. Hasilnya mulai kelihatan dengan dua clean sheet dalam empat laga terakhir.
Carrick bilang situasi ini sangat positif karena tim tidak selalu harus mencetak banyak gol untuk menang. Menurutnya, MU sudah punya kualitas untuk menyulitkan lawan, menciptakan peluang, dan mencetak gol. Sekarang yang penting adalah menemukan keseimbangan permainan. Ia juga tekankan bahwa perbaikan tidak bisa instan hanya dalam beberapa minggu saja.
Mantan gelandang MU itu juga mengingatkan para pemain agar menikmati momen kemenangan. Baginya, perasaan senang setelah dapat tiga poin adalah alasan utama seseorang mencintai sepak bola, tapi harus tetap dikontrol agar tim tidak jadi terlena.