Adik Raja Charles Tercantum dalam Dokumen Epstein, Polisi Inggris Pertimbangkan Penyidikan

Selasa, 10 Februari 2026 – 10:20 WIB

Inggris, VIVA – Raja Charles akhirnya angkat bicara setelah nama adiknya, Andrew Mountbatten-Windsor, terseret dalam kasus yang melibatkan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Melalui juru bicara Istana Buckingham, Raja Charles menyatakan siap mendukung sepenuhnya setiap penyelidikan kepolisian terkait Andrew dan dugaan keterkaitannya dengan Epstein.

Baca Juga:
Mantan Kekasih Jeffrey Epstein Siap Buka-bukaan soal Donald Trump, Ini Syaratnya

“Raja telah menyampaikan dengan jelas, baik melalui pernyataan maupun langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, betapa seriusnya keprihatinan beliau terhadap berbagai tuduhan yang terus bermunculan terkait perilaku Tuan Mountbatten-Windsor. Meski tuduhan-tuduhan spesifik tersebut menjadi tanggung jawab Tuan Mountbatten-Windsor untuk menjawabnya, jika Kepolisian Thames Valley menghubungi kami, kami siap memberikan dukungan sebagaimana yang sewajarnya,” kata Juru Bicara Istana Buckingham dikutip dari laman 9news.co.au, Selasa 10 Februari 2026.

Raja Charles juga kembali menegaskan, atas nama dirinya dan Ratu Camilla, kepedulian serta empati mereka terhadap para korban kejahatan yang dilakukan Jeffrey Epstein.

Baca Juga:
Nama Vladimir Putin Disebut Lebih dari Seribu Kali di Epstein File

“Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, Yang Mulia Raja dan Ratu selalu menaruh simpati dan empati kepada para korban segala bentuk kekerasan dan pelecehan,” demikian pernyataan istana.

Pernyataan Raja Charles ini muncul setelah Prince dan Princess of Wales, William dan Kate juga menanggapi rilis terbaru dokumen Epstein melalui juru bicara Istana Kensington, saat keduanya tengah melakukan kunjungan ke Arab Saudi.

Baca Juga:
Kremlin: Dokumen Epstein Ungkap "Wajah Asli" Elit Barat

“Istana dapat memastikan bahwa Pangeran William dan Putri Kate sangat prihatin dengan berbagai pengungkapan yang terus bermunculan. Perhatian mereka tetap tertuju pada para korban,” kata juru bicara tersebut.

MEMBACA  Euforia AI menyembunyikan kelemahan luas dalam sektor teknologi, kata investor.

Polisi Inggris Buka Opsi Penyelidikan

Sementara itu berdasarkan laporan BBC.UK, pihak kepolisian tengah menilai kemungkinan membuka penyelidikan terhadap Mountbatten-Windsor atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik dan pelanggaran undang-undang rahasia negara.

Kepolisian Thames Valley yang bertugas di wilayah barat London, termasuk Windsor, lokasi kediaman lama Mountbatten-Windsor mulai menelaah kasus ini setelah sejumlah media melaporkan bahwa email-email yang baru terungkap menunjukkan bahwa sang mantan pangeran sempat mengirimkan laporan perjalanannya kepada Epstein. Laporan itu berasal dari tur Asia Tenggara yang ia jalani pada 2010 saat menjabat sebagai utusan Inggris untuk perdagangan internasional.

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya, seorang aktivis anti-monarki mengaku telah melaporkan Mountbatten-Windsor atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik dan pelanggaran Undang-Undang Rahasia Negara Inggris. Laporan itu didasarkan pada email-email yang termasuk dalam lebih dari 3 juta halaman dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS bulan lalu.

Tinggalkan komentar