Targaryen Peminum Terhebat di ‘A Knight of the Seven Kingdoms’ Ungkap Inspirasinya yang Mengejutkan

Hanya tersisa dua episode lagi untuk A Knight of the Seven Kingdoms. Episode terbarunya, “Seven“, mengungkap tantangan berikutnya bagi Dunk: sebuah Trial of Seven yang mencekam (dan tugas yang sama sulitnya untuk mengumpulkan enam kesatria lain untuk bertarung di sisi sang pahlawan). Namun, episode ini juga membawa kembali seorang karakter yang kami temui di episode pertama keluar dari bayang-bayang, memberikan sedikit pencerahan mengapa ia bersikap seperti itu.

Dialah Daeron Targaryen, yang diperankan oleh Henry Ashton. Ia adalah kakak Egg yang terus-menerus mabuk, sangat enggan bertarung di Ashford Meadow—seperti yang diperintahkan keluarganya—hingga ia bersembunyi di sebuah penginapan tepi jalan dan kehilangan jejak saudaranya. Ketika akhirnya ditemukan dan diseret kembali, ia menyebutkan kebohongan besar dengan menuduh Dunk menculik Egg.

Saat ia dan Dunk bertemu kembali dalam “Seven”, Daeron mengaku bahwa ia berbohong untuk menyelamatkan muka di hadapan ayahnya, Maekar, yang terus-menerus tak menyetujui tindakannya. Namun, ketika Anda mengira Daeron hanyalah seorang pemabuk yang egois (dan juga agak pengecut, karena berjanji tak akan melawan selama keributan), ia malah menyebutkan mimpi anehnya yang melibatkan Dunk dan seekor naga mati, yang ia yakini sebagai firasat.

Keluarga Targaryen memang aneh, tetapi sosok yang tak berguna dengan kecenderungan mistis ini adalah salah satu anggota teraneh yang kami temui sejauh ini. Dalam sebuah wawancara baru dengan Radio Times, Ashton menjelaskan bahwa Daeron tak memahami arti mimpinya itu. Ia merasa sama bingungnya dengan Dunk.

“Ketika mengalami firasat tentang naga mati itu, ia membuat asumsi tentang siapa dan apa artinya… Ia tak sepenuhnya paham, tapi ia tahu itu bukan pertanda baik baginya atau keluarganya,” kata Ashton.

MEMBACA  DPP KNPI Menegaskan Keabsahan Musda KNPI Sulsel yang Digelar di Balai Prajurit Manunggal

“Sayang sekali bahwa kekuatan hebat ini—mimpi dan firasat yang ia miliki—diberikan kepada seorang pria yang sayangnya tak mampu mengelolanya,” tambahnya, menggema pendapat Daeron sendiri tentang situasi tersebut.

Ashton juga mengungkapkan bahwa showrunner A Knight of the Seven Kingdoms, Ira Parker, dan sutradara, Owen Harris, memiliki pandangan berbeda tentang apakah Daeron adalah “orang baik yang berpura-pura tidak, atau bukan orang baik tetapi berpura-pura menjadi baik.” Ashton memilih interpretasi “orang baik, tetapi ia begitu terserap dalam masalah dan penderitaannya sendiri sehingga ia bersikap buruk.”

Ada dua anekdot menarik dalam wawancara Ashton. Pertama, deskripsi karakter Daeron secara spesifik mengacu pada film komedi hitam kultus tahun 1987, Withnail and I (“sangat karismatik dan kelas atas, tetapi juga sangat berantakan dan benar-benar kacau”). Kedua, Ashton sebenarnya pernah audisi untuk Game of Thrones saat masih menjadi pelajar: “Waktu itu untuk peran Jon Snow. Kayaknya mereka mendatangi setiap sekolah dan mengaudisi setiap remaja!”

A Knight of the Seven Kingdoms kembali pada waktu tayang biasanya hari Minggu ini di HBO dan HBO Max.

Ingin berita io9 lainnya? Cek jadwal rilis terbaru Marvel, Star Wars, dan Star Trek, serta rencana masa depan DC Universe di film dan TV, dan semua yang perlu Anda ketahui tentang masa depan Doctor Who.

Tinggalkan komentar