“Sistem Tetap Menghukum Anda” — Alasan Membayar Penuh Kartu Kredit Tunggal dan Melakukan Semua ‘Dengan Benar’ Tak Selalu Langkah Finansial Terpuji

Selama enam bulan, satu orang melakukan tepat apa yang saran keuangan pribadi katakan pada orang yang kesulitan. Dia kerja shift tambahan. Jual barang-barang. Tidak makan beberapa kali. Setiap dolar lebih dipakai buat melunasi hutang kartu kredit $3000. Saat akhirnya lunas, dia merasa bangga.

Perasaan itu cuma bertahan satu malam saja.

Ketika dia cek skor kreditnya pagi berikutnya, skornya turun 28 poin. Setelah berbulan-bulan berkorban, hadiahnya adalah skor yang lebih buruk dan pilihan yang lebih sedikit. Postingan yang dibagi di r/povertyfinance itu menunjukkan kebenaran yang banyak orang alami dengan susah payah: sistem kredit tidak menghargai usaha dengan sama rata.

Jangan Lewatkan:

Skor turun bukan karena hutangnya lunas. Tapi karena kartunya ditutup. Itu satu-satunya kartu kredit dia, dan ada biaya tahunan $95 yang dia tidak bisa bayar lagi. Menutupnya menghapus semua batas kredit yang tersedia dan memperpendek riwayat kreditnya sekaligus. “Kalau kamu cuma punya satu kartu dan kamu lunasin semuanya, sistemnya menghukum kamu,” simpul satu orang.

Dari sudut pandang skor, itu penting. Dari sudut pandang bertahan hidup, melunasi hutang itu lebih penting.

“Aku melakukan semua hal dengan ‘benar’,” tulis pembuat postingan aslinya. “Aku melunasi hutangku. Aku berkorban. Aku tidak jalan-jalan. Aku tidak beli apapun untuk diriku sendiri. Dan hadiahku adalah skor kredit yang lebih jelek dan masih tidak ada jalan keluar.”

Banyak komentator bilang bahwa penurunan skor itu cuma sementara dan bisa naik lagi. Yang lain tekankan bahwa melunasi kartu tetap menghemat bunga dan mengurangi tekanan bulanan. Salah satu balasan teratas bilang, kalau hutangnya tidak dilunasi, mereka akan rugi $3800, bukan cuma $800.

MEMBACA  Pemangkasan staf Trump di lembaga pemerintah yang mengawasi bendungan di AS dapat mengancam keselamatan publik, kritikus memperingatkan

Trending: Analis Motley Fool sudah buat deretan baru ETF pasif — cari tahu strategi “Foolish” mana yang cocok dengan tujuan investasimu.

“Saran itu ditulis untuk orang yang punya banyak kartu kredit, yang punya keluarga yang bisa jadi penjamin, yang punya cukup pemasukan untuk mengatur penggunaan kredit mereka dengan strategis,” tulis OP. “Itu bukan aku. Bukan juga kebanyakan dari kita disini.”

Dia sebutkan aturan-aturan umum yang gagal saat ada tekanan. Contohnya, saran untuk menjaga penggunaan kredit di bawah 30% jadi tidak mungkin saat batas kredit $1000 adalah satu-satunya penyangga antara bayar sewa dan digusur.

Jangan pernah tutup kartu kredit lama terdengar berbeda saat biaya tahunannya bersaing sama uang belanja.

Saran untuk punya tabungan darurat enam bulan terasa aneh saat $600 aja butuh dua tahun buat dikumpulin.

Sistem menghargai orang yang bisa menjaga akun tetap terbuka selamanya, punya banyak jalur kredit, dan tahan dengan perubahan sementara. Kondisi itu jauh lebih mudah dipenuhi saat pemasukan lebih tinggi dan kesalahan tidak terlalu mahal.

Lihat Juga: Dirancang untuk investor dengan keyakinan pasar yang kuat, REX Shares bikin ETF untuk pendapatan, leverage, dan posisi taktis — jelajahi pilihannya.

Beberapa komentator berpendapat skor kredit itu terlalu dianggap penting, kecuali kalau seseorang lagi mau ajukan pinjaman. Yang lain tidak setuju.

“Untuk orang miskin skor kredit lebih penting,” tulis satu orang. “Karena skor jelek bikin semuanya lebih mahal.”

Skor rendah bisa berarti deposit apartemen lebih tinggi, syarat pinjaman mobil lebih buruk, pilihan sewa lebih sedikit, dan bahkan hambatan kerja di beberapa industri. Dalam konteks itu, turun 28 poin tidak terasa seperti teori. Rasanya seperti pintu lain yang tertutup.

MEMBACA  Perangkat lunak crash mengungkap ketegangan antara keamanan dan persaingan

Satu pelajaran dari diskusi itu adalah saran umum gagal membantu orang yang di pinggiran. Tahu kapan harus membiarkan kartu terbuka, menurunkan tingkat daripada menutup, atau membangun kredit kembali dengan strategis bisa bikin beda. Tapi detail seperti itu jarang masuk ke tips uang yang viral.

Untuk rumah tangga berpenghasilan lebih tinggi yang mencoba ambil keputusan jangka panjang lebih cerdas, bekerja sama dengan profesional bisa bantu hindari jebakan ini. WiserAdvisor bertujuan isi celah itu dengan menawarkan alat pencocokan gratis yang menyambungkan orang dengan penasihat keuangan terverifikasi yang cocok dengan kebutuhan mereka, tanpa kewajiban untuk hire.

“Kalau kamu di situasi yang sama, kamu tidak sendirian dan kamu tidak bodoh,” tulis OP. “Permainannya sudah dicurangi. Kita cuma coba bertahan saja.”

Baca Selanjutnya: Trader profesional minta transparansi — lihat kenapa Kraken Pro jadi salah satu platform trading lanjutan kripto yang paling dipercaya.

Gambar: Shutterstock

TERBUKA: 5 TRADE BARU SETIAP MINGGU. Klik sekarang untuk dapat ide trade teratas tiap hari, plus akses tak terbatas ke alat dan strategi mutakhir untuk dapat keunggulan di pasar.

Dapatkan analisis saham terbaru dari Benzinga:

Artikel ini ‘Sistem Menghukum Kamu’ — Kenapa Melunasi Kartu Kredit Satu-satunya dan Lakukan Semua dengan ‘Benar’ Tidak Selalu Jadi Keputusan Finansial Paling Cerdas awalnya muncul di Benzinga.com

© 2026 Benzinga.com. Benzinga tidak memberikan nasihat investasi. Seluruh hak cipta dilindungi.

Tinggalkan komentar