Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan memanfaatkan kursi ketuanya di kelompok Delapan Berkembang (D-8) pada tahun 2026 untuk memperkuat ekonomi negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim dan membantu melindungi mereka dari gejolak global, kata Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir pada hari Senin.
Persiapan untuk KTT D-8 tanggal 15 April di Jakarta sudah mendekati penyelsaian, dengan Indonesia mendorong para kepala negara untuk hadir secara langsung. Beberapa pemimpin telah memberikan sinyal positif sebelum konfirmasi resmi.
"Melalui D-8, kami ingin memperkuat peran ekonomi negara-negara mayoritas Muslim agar mereka lebih tahan menghadapi lingkungan ekonomi global yang tidak stabil," kata Arrmanatha kepada wartawan di Jakarta.
Dia menambahkan bahwa undangan telah dikirimkan awal bulan ini, dengan tanggapan resmi diperkirakan dalam beberapa minggu ke depan. Indikasi informal dari sejumlah pemimpin menunjukkan partisipasi yang kuat.
Di samping KTT para pemimpin, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri dan sesi khusus tentang Palestina yang melibatkan anggota D-8 dan lima negara tambahan dari Organisasi Kerja Sama Islam.
Didirikan pada 1997, D-8 adalah kelompok kerja sama pembangunan ekonomi negara berkembang yang terdiri dari Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota kesembilan kelompok itu pada tahun 2025.
Berita terkait: KTT D-8 di Jakarta Diharapkan Hasilkan Outcome Nyata, Kata Menlu Sugiono
Berita terkait: Presiden Indonesia Prabowo Akan Hadiri KTT D-8 di Kairo
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026