Pemulihan di hari Jumat mungkin bikin beberapa investor merasa lebih lega masuk akhir pekan, tapi penjualan besar-besaran di saham teknologi, terutama perusahaan perangkat lunak, pekan lalu bikin strategis Wall Street berusaha menenangkan klien-klien mereka di dunia investasi.
Saham-saham perangkat lunak anjlok parah pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis lalu. Ini karena investor memprediksi gangguan yang lebih agresif ke bisnis-bisnis ini seiring kemajuan AI. Munculnya Anthropic’s Claude Code jadi sumber kekhawatiran terbaru.
Meski ada rebound hari Jumat, indeks Nasdaq yang penuh saham tech turun lebih dari 2% dalam sepekan. Saham raksasa perangkat lunak kayak Salesforce (CRM) dan ServiceNow (NOW) jatuh lebih dari 9%, bersama banyak saham lain di sektor yang sama.
Tapi, besarnya penjualan ini buat beberapa strategis menganjurkan kesabaran. Mereka bilang pergerakan ini mungkin sudah berlebihan dari risiko sebenarnya yang dihadapi industri-industri ini.
“Kita sudah sampai di titik dimana ini kelihatannya berlebihan,” kata Brian Levitt, strategis pasar global utama di Invesco, ke Yahoo Finance pekan lalu. “Kita lihat beberapa saham terdampak sangat signifikan.”
“Jelas ada kekhawatiran tentang apa arti program AI bagi bisnis perangkat lunak yang berbeda-beda, tapi kita sudah lihat beberapa saham terdampak sangat signifikan,” tambah dia.
Strategis percaya gangguan ini tidak akan parah untuk semua perusahaan.
“Perusahaan perangkat lunak besar yang bisa beradaptasi, mereka akan baik-baik saja,” kata Mike O’Rourke, strategis pasar utama di JonesTrading. “Masalahnya adalah ada risiko-risiko baru di luar sana.”
O’Rourke bilang komentar tentang produktivitas saat laporan keuangan Alphabet malah memperkuat “alarm” yang sudah dibunyikan pasar tentang agen AI.
Laporan keuangan dari raksasa Big Tech pekan lalu juga mengungkap betapa besarnya modal yang diarahkan ke AI. Pengeluaran modal dari Amazon (AMZN), Alphabet (GOOG, GOOGL), Meta (META), dan Microsoft (MSFT) diprediksi bakal tembus $650 miliar.
“Investor sekarang jadi lebih hati-hati memilih,” kata Dave Mazza, CEO Roundhill Investors, ke Yahoo Finance hari Jumat.
“Orang-orang benar-benar menarik dulu sebelum bilang, ‘Seberapa besar aku mau nilai perusahaan ini meski tumbuh?’, sambil sadar mereka pindah dari industri yang butuh modal sedikit ke industri yang butuh modal lebih besar?,” tambahnya.
Mazza sebut masih ada area pasar yang nilainya masih rendah, seperti Consumer Staples (XLP) dan Energi (XLE).
Perlu dicatat, sektor siklis dan defensif juga lebih baik kinerjanya daripada sektor teknologi (XLK), yang kinerjanya negatif sepanjang tahun ini.