Kesalahan 35 Menit yang Menggoyang Dunia Kripto

Minggu, 8 Februari 2026 – 12:08 WIB

Jakarta, VIVA – Bursa aset kripto dari Korea Selatan, Bithumb, secara tidak sengaja memberikan Bitcoin senilai lebih dari US$40 miliar (sekitar Rp674,2 triliun) kepada pelanggannya. Hal ini untuk sementara waktu membuat mereka jadi jutawan.

Baca Juga :
Aset Kripto Makin Populer, Kejahatan Ikut Meroket

Awalnya mereka cuma mau ngasih hadiah kecil sebesar dua ribu Won (sekitar Rp23 ribu), tapi malah ngasih dua ribu Bitcoin. Bithumb kemudian minta maaf atas kesalahan ini dan bilang kalau mereka cepat sadar dan sudah ambil kembali hampir semua token yang salah dikirim.

Baca Juga :
Harga Bitcoin Bergejolak, Indodax: Fundamentalnya Masih Kuat

Pihak bursa menyebut sudah membatasi perdagangan dan penarikan untuk 695 pelanggan yang kena dampak dalam waktu 35 menit setelah kejadian. Bithumb ngomong kalau mereka sudah pulihin 99,7 persen dari 620 ribu Bitcoin yang salah kirim.

"Kami mau tekankan bahwa masalah ini ngga ada hubungannya dengan peretasan dari luar atau bocornya keamanan, dan sistem keamanan serta aset pelanggan aman," kata Bithumb, seperti dikutip dari BBC, Minggu (8/2).

Baca Juga :
Trader Forex Pantau Bitcoin untuk Dapatkan Reaksi Awal terhadap Perubahan Kebijakan, Mengapa?

Sementara itu, regulator keuangan Korea Selatan mengatakan akan menyelidiki insiden ini. Menurut Layanan Pengawasan Keuangan (FSS), tanda-tanda aktivitas ilegal akan memicu penyelidikan formal.

Bithumb berjanji akan bekerja sama dengan regulator. "Kami akan jadikan kejadian ini pelajaran dan lebih prioritaskan ‘kepercayaan pelanggan dan ketenangan pikiran’ daripada cuma mengejar pertumbuhan," ungkap CEO Bithumb, Lee Jae-won.

Mereka juga berencana memberikan kompensasi sebesar 20 ribu Won (sekitar Rp230 ribu) ke semua pelanggan yang lagi pakai platform saat itu, dan akan hapuskan biaya perdagangan, serta langkah-langkah lain.

MEMBACA  Verifikasi Usia Mencapai Titik Kritis Global. Apakah Strategi TikTok Kompromi yang Tepat?

Bithumb bilang akan tingkatkan sistem verifikasi dan pakai kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi transaksi yang tidak normal. Insiden ini kemungkinan akan picu diskusi tentang perlunya pengawasan regulasi yang lebih ketat di sektor keuangan.

Sebelumnya, pada April 2024, Citigroup, sebuah bank AS, juga pernah salah mengkreditkan US$81 triliun (bukan US$280 triliun) ke rekening nasabah. Dua karyawan gagal mendeteksi kesalahan itu sebelum diproses, tapi transaksinya dibatalkan beberapa jam setelah karyawan ketiga menemukan kesalahan.

Bitcoin Anjlok 50 Persen, Masih Layak Serok atau Saatnya Jual? Ini Jawaban Pakar
Harga Bitcoin jatuh hampir 50 persen ke bawah Rp1,1 miliar. Pakar keuangan jelaskan apakah investor sebaiknya tahan, jual, atau beli saat koreksi tajam.
VIVA.co.id | 6 Februari 2026

Tinggalkan komentar