Menonton Sepak Bola? Ubah 5 Pengaturan TV Ini untuk Performa yang Lebih Baik Seketika

Kerry Wan/ZDNET

Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.


Baik Anda sedang mempertimbangkan membeli TV baru atau TV panel datar lama Anda tampaknya masih berfungsi baik, selalu ada cara untuk mengoptimalkan pengalaman menonton, dan semuanya berawal dari pengaturan televisi Anda. Mari kita jelajahi beberapa faktor kunci yang menentukan performa TV Anda dan apa yang bisa dilakukan untuk membuat tampilannya lebih baik.

1. Turunkan Pengaturan Ketajaman (Sharpness)

Semakin tajam gambarnya, semakin bagus. Benar? Belum tentu.

Berbanding terbalik dengan kepercayaan umum, pengaturan “sharpness” pada TV Anda tidak memengaruhi ketajaman sebenarnya dari gambar yang ditampilkan. Ketajaman asli ditentukan oleh faktor seperti resolusi layar, resolusi materi sumber, dan kontras. Sebaliknya, pengaturan ketajaman mengubah peningkatan tepi artifisial — sebuah penyesuaian berbasis prosesor yang dapat menimbulkan noise yang tidak diinginkan dan, ironisnya, mendistorsi detail dalam gambar.

Baca juga: Cara membersihkan cache TV (dan mengapa Anda tidak boleh menundanya)

Peningkatan tepi dirancang untuk membuat objek di layar lebih jelas dengan menekankan batas antarobjek, secara teori menciptakan gambar yang lebih hidup. Namun, fitur ini berfungsi seperti filter Instagram universal, yang berpotensi membuat penampilan beberapa media terlihat tidak alami.

Meski mungkin tidak perlu menurunkan ketajaman hingga nol, secara umum disarankan untuk menurunkannya secara signifikan. Untuk kebanyakan TV, titik optimal antara lima hingga sepuluh persen dapat membantu mencapai gambar yang seimbang, walau Anda sebaiknya bereksperimen untuk menemukan level yang terlihat terbaik menurut Anda.

2. Matikan Motion Smoothing

Maria Diaz/ZDNET

Satu pengaturan penting yang patut dipertimbangkan untuk disesuaikan adalah Motion Smoothing, fitur interpolasi frame yang diciptakan untuk mengurangi efek kabur yang terlihat selama adegan bergerak cepat. Fitur ini bertujuan untuk mendamaikan perbedaan antara frame rate film (biasanya 24 frame per detik) dan frame rate TV.

MEMBACA  Penawaran Monitor Terbaik: Hemat Lebih dari Rp11 Juta untuk LG UltraGear OLED 39GX90SA-W, Monitor Gaming 39 Inci Melengkung

Ketika adegan yang difilmkan pada 24fps diputar di TV dengan frame rate lebih tinggi, penonton mungkin melihat efek yang dikenal sebagai “judder.” Produsen TV mengembangkan Motion Smoothing untuk mengatasi masalah ini. Namun, fitur ini dapat menurunkan kualitas visual gambar dengan menghasilkan frame tambahan, yang berujung pada pengalaman menonton yang terasa patah-patah. Beberapa TV juga menambahkan frame atau mengubah refresh rate untuk meminimalkan masalah gerakan. Tetapi upaya ini bisa tanpa sengaja menciptakan “soap opera effect,” membuat konten berkualitas tinggi tampak biasa saja.

Baca juga: Port USB TV Anda memiliki fitur berharga yang harus digunakan saat internet padam

Motion Smoothing biasanya diaktifkan secara default, dan menemukan pengaturan untuk menonaktifkannya mungkin memerlukan pencarian. Seringkali tersembunyi di dalam menu pengaturan, dan setiap produsen memiliki nama unik untuk proses penghalusan gerakannya. Contohnya, LG menyebutnya TruMotion, Samsung merujuknya sebagai Auto Motion Plus, dan Sony memiliki Motionflow serta CineMotion.

3. Matikan Mode Vivid dan Turunkan Kecerahan (Brightness)

Produsen dan pengecer TV bertujuan agar model baru mereka tampak sangat terang dan hidup saat dipajang di rak toko di bawah lampu neon, seringkali dengan mengaktifkan pengaturan seperti mode gambar “Vivid” yang meningkatkan backlight dan memperkuat intensitas gambar.

Apa yang dilakukan mode Vivid? Mode ini meningkatkan kecerahan secara masif, membuat warna terlalu jenuh (oversaturate), dan meningkatkan penampilan layar dalam kondisi pencahayaan yang kurang optimal. Namun, pencahayaan di Best Buy atau Costco sangat berbeda dengan ruang keluarga Anda. Mematikan mode Vivid tidak hanya akan memberikan gambaran yang lebih akurat dari pemandangan tetapi juga lebih ramah untuk mata yang sensitif.

Baca juga: Roku TV bermasalah? Perbaikan 30 detik ini akan membuat sistem Anda berjalan seperti baru lagi

Sejalan dengan mode Vivid adalah pengaturan kecerahan, yang juga disebut sebagai titik hitam (black point). Kalibrasi kecerahan yang tidak tepat dapat mengakibatkan gambar terlihat pudar (washed-out) jika disetel terlalu tinggi, atau membuat adegan gelap sulit dibedakan jika disetel terlalu rendah. Menyesuaikan pengaturan ini akan memungkinkan Anda menghargai detail halus dalam konten favorit Anda. Untuk mengoptimalkan kecerahan, ikuti langkah berikut:

MEMBACA  Dapatkan 70.000 game retro hanya dengan $90

  1. Temukan video dengan adegan yang remang-remang, seperti adegan malam yang panjang, lalu jeda.
  2. Setel kecerahan TV ke level terendah.
  3. Naikkan kecerahan secara bertahap hingga Anda dapat membedakan banyak detail dalam bayangan gambar tanpa membuatnya menjadi terlalu terang.

4. Periksa Kontras Anda

Kerry Wan/ZDNET

Menyesuaikan kontras pada TV Anda dapat menghasilkan detail yang lebih baik, kedalaman dan dimensi yang meningkat, serta mengurangi ketegangan mata. Ini membantu mencegah area terang tampak terlalu terang (overexposed) atau “bleached” dan mencegah area gelap menjadi terlalu buram, idealnya menghasilkan gambar yang lebih seimbang dengan detail yang lebih kaya.

Saat Anda membuka kotak TV baru, pengaturan kontras seringkali dinaikkan terlalu tinggi. Meski kontras tinggi dapat meningkatkan kualitas gambar, level yang berlebihan justru dapat menghilangkan detail halus, merampas kedalaman dan realisme gambar.

Baca juga: Port USB mobil Anda memiliki kekuatan super tersembunyi: 5 fitur yang tidak Anda manfaatkan

Untuk meningkatkan kontras, sesuaikan pengaturan sambil melihat gambar yang memiliki area highlight terang dan area bayangan. Contohnya, bidangan pemandangan langit berawan adalah titik referensi yang ideal. Atur kontras sehingga area terang mempertahankan detail tanpa menjadi blown out, sementara area gelap mempertahankan kedalaman dan kekayaan. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan tepat antara mempertahankan detail highlight dan shadow untuk gambar yang kaya dan tiga dimensi.

5. Pilih Mode Gambar yang Tepat

TV Anda kemungkinan memiliki banyak preset gambar (beberapa di antaranya pasti tidak terlihat bagus). Sejujurnya, sebagiannya tergantung pada apa yang Anda tonton, dengan kondisi pencahayaan di ruangan juga memainkan peran penting. Menemukan mode terbaik untuk tujuan Anda dapat meningkatkan pengalaman secara signifikan, dan jika beruntung, Anda bisa menemukan pengaturan sempurna dengan satu klik.

Mode gambar adalah konfigurasi preset yang menyesuaikan beberapa pengaturan tampilan sekaligus untuk mengoptimalkan tujuan tertentu. Saat baru dibuka, TV seringkali diatur ke mode gambar default seperti Standard atau Dynamic. Mode Dynamic cenderung meningkatkan kecerahan, kejernihan, dan saturasi warna (mirip dengan mode Vivid yang disebutkan di atas), sementara mode Standard bertujuan untuk gambar yang seimbang dan netral, cocok untuk berbagai jenis konten.

Baca juga: Pengaturan default TV yang harus segera dimatikan – dan mengapa para ahli merekomendasikannya

Mencari mode gambar terbaik untuk preferensi dan lingkungan Anda mungkin tergantung pada apakah Anda menonton film atau bermain video game, atau menonton olahraga. Banyak TV memiliki mode gambar untuk media tersebut secara spesifik — disebut Gaming dan Sports.

Untuk yang pertama (gaming), konsol game Anda akan menangani rendering visual sementara mode Gaming mematikan pemrosesan video TV untuk memberikan waktu tunda (lag) terpendek. Opsi gambar Sports adalah satu-satunya mode di mana Anda mungkin diuntungkan dengan mengaktifkan Motion Smoothing, yang dirancang untuk mengurangi motion blur dan artefak duplikasi.

Kebanyakan model menyertakan mode Movie atau Cinema, yang dirancang untuk menonton di lingkungan gelap seperti bioskop. Sebagai opsi yang cukup baru, beberapa produsen menawarkan Filmmaker mode, pengaturan standar industri yang berfokus pada menjaga visi artistik asli sutradara.

Mode ini bekerja dengan asumsi (biasanya akurat) bahwa film dibuat dengan penyesuaian warna dan penyempurnaan lainnya, sehingga film disajikan tanpa perubahan. Filmmaker mode, seperti Game mode, menghilangkan pemrosesan video tambahan, memungkinkan penonton mengalami film sebagaimana mestinya saat di bioskop.

MEMBACA  Berbagi password Disney+ berakhir pada bulan Juni

Tinggalkan komentar