Presiden Prabowo Apresiasi MUI Hadir di Saat-Saat Sulit

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto pada hari Sabtu memuji peran aktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam krisis nasional. Ia mencontohkan respon cepat MUI menghadapi banjir bandang dan tanah longsor di beberapa provinsi baru-baru ini sebagai bentuk kepemimpinan agama yang mendukung ketahanan masyarakat.

“Baru-baru ini, kami menyaksikan MUI turun tangan sejak hari-hari pertama bencana di beberapa daerah, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan provinsi lainnya,” kata Prabowo saat pelantikan kepengurusan MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Presiden menyampaikan apresiasi mendalam atas keterlibatan MUI dalam upaya kemanusiaan, terutama dalam memberikan bimbingan moral, menggerakkan bantuan, dan mendukung masyarakat terdampak bersama instansi pemerintah.

“Saya sangat menghargai dan salut atas tanggung jawab serta kontribusi Majelis Ulama Indonesia,” ujarnya.

Berbicara di hadapan lebih dari 58.000 peserta, termasuk ulama dan tokoh agama dari seluruh tanah air, Prabowo berterima kasih karena MUI konsisten menjadi sumber ketenangan dan pemersatu di masa-masa penuh ketidakpastian.

“Majelis Ulama Indonesia selalu memainkan peran yang penting dan menentukan dalam kehidupan bangsa dan negara,” tegasnya.

“MUI adalah pilar stabilitas, ketenangan, kerukunan, dan toleransi di antara seluruh rakyat dan agama di Indonesia,” tambahnya.

**Berita terkait:** Prabowo undang ormas Islam bahas keanggotaan dewan perdamaian Gaza

Prabowo mendorong kepengurusan MUI yang baru untuk menjaga kredibilitas lembaga dan terus menjadi kekuatan penyeimbang di tengah tekanan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi bangsa.

“Semoga MUI terpilih yang baru dapat melanjutkan pengabdian kepada masyarakat dan seluruh bangsa,” harapnya.

“Hari ini menandai kesatuan ulama dan umara di Indonesia, yang menjamin kebangkitan dan kekuatan bangsa.”

Presiden juga menekankan pentingnya persatuan untuk menghadapi tantangan nasional yang terus ada, seperti kemiskinan, kesenjangan, dan dampak bencana alam, yang menurutnya membutuhkan tekad bersama.

MEMBACA  RI Dibanjiri Impor Baja dari Vietnam-China, Asosiasi Soroti Ketidakseimbangan Regulasi

“Kita harus bekerja sama dengan keberanian dan tekad untuk menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Kita tidak boleh takut, dan kita tidak boleh goyah menghadapi kesulitan,” kata Prabowo.

Acara pelantikan dan introduksi kepengurusan MUI 2025–2030 dengan tema “Bersatu dalam Doa untuk Keselamatan Bangsa” ditutup dengan doa bersama untuk masyarakat terdampak bencana, menggarisbawahi peran MUI dalam menyatukan bimbingan spiritual dengan tanggung jawab sosial.

**Berita terkait:** Prabowo janji berantas korupsi, serukan persatuan di acara MUI

Penerjemah: Genta, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar