Indonesia dan Australia Pererat Kerja Sama Ekonomi dan Pendidikan

Pertemuan Prabowo-Albanese Perkuat Kerjasama Pendidikan dan Ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka pada hari Jumat.

Menurut rilis dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan bilateral yang telah lama didukung oleh kerjasama di berbagai sektor, terutama pendidikan dan ekonomi.

Mengutip data Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Pemerintah Australia, hubungan Indonesia-Australia terus berkembang. Hal ini tercermin dari meningkatnya mobilitas pelajar, kerjasama universitas, dan lonjakan nilai perdagangan antara kedua negara dalam tahun-tahun terakhir.

Kerjasama Pendidikan

Hubungan pendidikan merupakan salah satu pilar utama kemitraan Indonesia-Australia. Pada 2025, tercatat sekitar 24 ribu pelajar Indonesia menempuh pendidikan di berbagai universitas Australia. Secara total, lebih dari 200 ribu warga Indonesia telah mengejar pendidikan di negara tersebut.

Indonesia juga merupakan salah satu sumber utama mahasiswa internasional bagi Australia. Pemerintah Australia memberikan sekitar 220 beasiswa dan program jangka pendek setiap tahun melalui skema Australia Awards Indonesia.

Beberapa universitas Australia juga telah membuka kampus dan program kerjasama di Indonesia, seperti Monash University di Jakarta, Western Sydney University di Surabaya, dan Deakin University di Bandung. Kehadiran kampus-kampus ini adalah bagian dari komitmen Australia untuk pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Kerjasama pendidikan juga mencakup sejumlah program strategis. Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia mempertemukan sekolah dari kedua negara untuk pembelajaran bersama, pelatihan guru, dan pertukaran pengalaman.

Selain itu, program INOVASI (Innovation for Indonesian School Children) berfokus pada kerjasama pendidikan dasar untuk memperkuat literasi dan numerasi. Program ini memasuki fase ketiga untuk periode 2024-2027 dengan pendanaan 55 juta dolar Australia.

MEMBACA  OTME: Menetapkan Standar Baru Perawatan Mata Modern di Indonesia

Di tingkat pendidikan tinggi, kedua negara mengimplementasikan skema joint campus dan joint program untuk memperkuat kolaborasi akademik dan penelitian. Sementara itu, berbagai skema beasiswa seperti Australia Awards Scholarship, LPDP-Australia Awards, dan Program Pertukaran Pemuda Australia-Indonesia terus berjalan.

Kerjasama Ekonomi

Di sektor ekonomi, hubungan Indonesia-Australia didukung oleh Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang berlaku efektif sejak Juli 2020. Perjanjian ini medorong peningkatan perdagangan dan investasi.

Nilai perdagangan dua arah meningkat signifikan dari 12,91 miliar dolar Australia di tahun 2020 menjadi 35,38 miliar dolar Australia pada akhir 2024. Sepanjang 2024, Australia tercatat sebagai mitra dagang kesembilan terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai 16,13 miliar dolar Australia.

Pada tahun yang sama, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar 3,13 miliar dolar Australia terhadap Australia. Indonesia juga menjadi mitra dagang kesembilan terbesar Australia pada periode 2024–2025, dengan nilai perdagangan sekitar 34,83 miliar dolar Australia.

Pertumbuhan perdagangan juga tercermin dari meningkatnya ekspor. Dalam lima tahun terakhir, ekspor Indonesia ke Australia tumbuh sekitar 14,46 persen, sementara ekspor Australia ke Indonesia naik 17,42 persen.

Dalam hal investasi, investasi Australia di Indonesia mencapai 1,36 miliar dolar AS pada 2024. Sebaliknya, investasi Indonesia di Australia tercatat 1,42 miliar dolar AS di tahun yang sama.

Hubungan ekonomi kedua negara juga diperkuat oleh mobilitas orang. Pada periode 2024-2025, sekitar 1,75 juta warga Australia mengunjungi Indonesia, menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak hubungan ekonomi bilateral.

Albanese berkunjung ke Jakarta pada tanggal 5 hingga 7 Februari 2026. Indonesia dan Australia akan menandatangani perjanjian kerjasama bidang keamanan bersama.

Ia menekankan bahwa Indonesia dan Australia memiliki hubungan yang semakin erat sebagai negara tetangga dan juga sahabat. Kunjungan ini, kata Albanese, bukanlah yang pertama kalinya baginya. Menurutnya, frekuensi kunjungan seperti ini mencerminkan kedekatan hubungan kedua negara.

MEMBACA  Taiwan Semiconductor Manufacturing Berikan Kabar Gembira untuk Investor Saham Nvidia dan Broadcom

Dia menambahkan bahwa kunjungan kali ini memang singkat karena berlangsung di tengah sidang parlemen Australia. Namun, ia memastikan kunjungan berikutnya akan lebih lama.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menyampaikan harapannya agar hubungan kedua negara terus berkembang dan membawa manfaat bagi kedua bangsa.

Tahun lalu pada Agustus, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, melakukan kunjungan kerja ke Canberra dan melaksanakan pertemuan 2+2 bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dengan Wakil Perdana Menteri/Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, serta Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong.

Menurut rilis pers Kemlu, pertemuan 2+2 itu dilaksanakan di Gedung Parlemen Australia dan menandai pertemuan kesembilan antara menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara sejak forum itu dimulai pada 2011.

Pertemuan membahas berbagai isu strategis terkait kerjasama politik, pertahanan, dan keamanan, serta perkembangan situasi geostrategis di kawasan Pasifik dan Timur Tengah.

"Pertemuan 2+2 ini memiliki makna strategis bagi hubungan Indonesia-Australia, khususnya di bidang politik luar negeri dan pertahanan, serta upaya bersama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Sugiono dalam sambutannya.

Hubungan Indonesia-Australia saat ini berada pada titik yang sangat baik. Hal ini tidak terlepas dari kepentingan bersama kedua negara, upaya proaktif kedua pemerintah, dan dukungan dari publik di berbagai sektor kerjasama.

Tinggalkan komentar