Fakta Mengejutkan! Pelaku Pelempar Molotov di Kalbar dan Pelaku Bom SMAN 72 Jakarta Satu Komunitas

Kamis, 5 Februari 2026 – 12:04 WIB

Jakarta, VIVA – Penyidikan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terhadap kasus pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, terus mengungkap fakta yang mengejutkan.

Baca Juga:
Penampakan Tas Siswa Pelempar Molotov di Kalbar, Ada Nama-nama Pelaku Penembakan Massal di Dunia

Pelaku yang masih berstatus siswa SMP itu ternyata terhubung dengan komunitas online yang sama dengan pelaku ledakan di SMA Negeri (SMAN) 72 Jakarta.

Densus 88 mengungkapkan, kedua pelajar tersebut berada dalam satu lingkaran komunitas bernama True Crime Community (TCC). Komunitas ini diduga menjadi tempat tumbuhnya ideologi kekerasan ekstrem di kalangan anak di bawah umur.

Baca Juga:
Motif Siswa SMPN di Kalbar Lempar Molotov, Dendam ke Teman-temannya karena Sering Dibully

“Berdasarkan analisis Tim Densus 88, mereka tergabung dalam komunitas yang sama dengan ABH (anak berhadapan dengan hukum) dari SMAN 72 Jakarta,” kata Juru Bicara Densus 88, Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana, kepada wartawan, Kamis, 5 Februari 2026.

Meski berasal dari daerah dan latar belakang sekolah berbeda, keterkaitan mereka dinilai kuat karena sama-sama mengakses dan berinteraksi dalam ekosistem komunitas TCC. Namun, Mayndra belum merinci apakah keduanya berada dalam grup TCC yang sama, mengingat jaringan komunitas ini memiliki banyak cabang.

Baca Juga:
OJK Serahkan ke Asosiasi Urusan Sertifikasi Kompetensi di Industri Perasuransian

Berdasarkan penelusuran Densus 88, komunitas TCC setidaknya memiliki 27 grup dengan nama yang bermacam-macam. Di antaranya TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, Tanah Suci TCC, hingga TCC Universe V2.

Selain itu, ada juga grup lain seperti TCC City Nueva Revolucion, FTCI Film True Crime Indonesia, Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Medenist Brigade, Legion Division, dan banyak lagi.

MEMBACA  Akibat Banjir di Demak, Jokowi Meminta Bupati untuk Mengajukan Anggaran ke Pemerintah Pusat

“(Keduanya) mengakses dan terinspirasi dari komunitas daring yang sama,” jelas Mayndra.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa siswa pelempar bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kalbar, pada Selasa 3 Februari, bergabung dalam grup True Crime Community yang menyebarkan ideologi kekerasan.

“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam komunitas True Crime Community,” kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana di Jakarta, Rabu.

Halaman Selanjutnya

Mayndra mengungkapkan anak tersebut merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk balas dendam terhadap teman-temannya yang sering membully dia. Selain itu, anak ini juga diduga kuat mengalami masalah dalam keluarganya.

Tinggalkan komentar