Bukan Sekadar Alat Tulis! Polisi Jelaskan Fakta dan Penyebab di Balik Bunuh Diri Anak SD di NTT

Rabu, 4 Februari 2026 – 19:44 WIB

Ngada, VIVA – Polisi memberikan perkembangan terbaru tentang kematian tragis anak berinisial YRB (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi memastikan, kejadian ini tidak ada hubungannya dengan permintaan alat tulis, seperti yang banyak dibahas masyarakat sebelumnya.

Baca Juga :


Kesaksian Wali Kelas Ungkap Kondisi Siswa SD di NTT Sebelum Insiden

Kapolres Ngada, Ajun Komisaris Besar Polisi Andrey Valentino menegaskan, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa latar belakang kejadian lebih condong ke tekanan psikologis korban karena sering dinasihati orang tuanya.

“Fakta di lapangan bukan karena alat tulisnya, tapi karena dia sering dinasehati oleh orang tuanya. Ini karena anak tersebut dalam satu minggu beberapa kali tidak masuk sekolah dengan alasan sakit,” katanya kepada wartawan, Rabu, 4 Februari 2026.

Baca Juga :


Buntut Bocah SD Bunuh Diri di NTT, DPR Sentil Kebijakan Bansos Tak Tepat Sasaran

Dia menjelaskan, pada malam sebelum kejadian tragis, orang tua korban sempat menasihati YRB lagi supaya tidak main hujan-hujanan. Nasihat itu diberikan biar korban tidak sakit dan izin tidak masuk sekolah lagi.

“Tapi, mungkin namanya orang tua memberi nasihat, penerimaan anaknya bisa jadi merasa tersinggung atau gimana. Jadi ceritanya bukan karena alat tulis, tetapi karena sering dinasihati oleh ibunya tentang hal itu,” ujarnya.

Baca Juga :


Bocah SD Bunuh Diri di NTT, Anggota DPR: Semoga Bangsa Ini Sadar agar Tak Terjadi Lagi

Valentino menegaskan, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur kekerasan dalam peristiwa ini. Hal ini diperkuat sama hasil visum pada tubuh korban.

Selain itu, penyelidikan polisi juga memastikan tidak ada indikasi perundungan di lingkungan sekolah yang bisa memicu kondisi psikologis korban. Polisi menyimpulkan bahwa tindakan mengakhiri hidup itu dilakukan atas keinginan korban sendiri.

MEMBACA  Demokrat Tanggapi Isu Kerenggangan SBY dan Kapolri: Spekulasi yang Tidak Berdasar

“Kita bisa simpulkan bahwa ini memang murni dari niat si korban sendiri untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Tapi, kita juga tidak berhenti, kita tetap lakukan penyelidikan, dan minta keterangan dari pihak lain tentang faktor-faktor penyebabnya,” katanya.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Valentino juga mengungkap latar belakang keluarga korban yang dianggap cukup rumit. Selain kondisi ekonomi yang memprihatinkan, situasi keluarganya juga dikatakan tidak utuh.

Korban diketahui tinggal dengan neneknya. Ibunya disebut sudah tidak bersama ayah kandung korban sejak masa kehamilan. YRB sendiri adalah anak dari pernikahan ketiga ibunya.

Halaman Selanjutnya

“Maksudnya, ini kan anak dari suami ketiga. Selama dalam kandungan pun ayahnya tidak pernah ada. Begitulah persoalan dan masalah rumah tangga serta kehidupan seseorang dan keluarga, berbeda-beda ya,” ucap dia.

Tinggalkan komentar