Selasa, 3 Februari 2026 – 16:47 WIB
Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melonjak tajam pada penutupan pasar hari ini. IHSG menguat 2,52 persen atau 199,87 poin ke level 8.122,60 di akhir sesi perdagangan.
Berdasarkan pantauan VIVA lewat Stockbit, IHSG menunjukkan tren kenaikan sejak sesi kedua. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 29,35 triliun dengan frekuensi perdagangan 3,25 juta transaksi.
Semua sektor naik, dengan kenaikan terbesar di sektor bahan baku sebesar 6,52 persen. Sektor industri naik 5,42 persen dan sektor teknologi naik 4,91 persen.
“Rebound IHSG didorong oleh penguatan bursa Asia, kenaikan harga komoditas, dan harapan pemulihan pasar modal Indonesia,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa (3/2/2026).
Ilustrasi IHSG.
Photo : ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Optimisme ini terkait rencana reformasi, pertemuan otoritas dengan MSCI, dan *bargain hunting* pada saham yang dianggap murah. Hal ini seiring menguatnya saham-saham unggulan.
Mayoritas indeks Asia ditutup menguat (3/2) dipicu berita kesepakatan dagang AS-India. Indeks Kospi memimpin penguatan dan sempat memicu penghentian sementara *trading*.
Secara teknikal, Stochastic RSI IHSG membentuk *Golden Cross* di area *oversold*. IHSG sempat menembus level MA200 sebelum akhirnya ditutup diatas level psikologis 8.000.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan emiten dengan kenaikan harga tertinggi di antara saham unggulan. Ini tiga saham *top gainers* di LQ45:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI melejit 20 persen atau 44 poin ke level 264.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Saham SCMA naik 17,76 persen atau 38 poin menjadi 252.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp Tbk (INKP)
Saham INKP melonjak 10,06 persen atau 825 poin ke level 9.025.