Senin, 2 Februari 2026 – 22:32 WIB
Jakarta, VIVA – Ekonomi ruang angkasa global mencapai US$630 miliar (sekitar Rp10.582 triliun) pada tahun 2023. Nilai ini diprediksi bakal melonjak tinggi hingga mencapai US$1,8 triliun (sekitar Rp30.234 triliun) di tahun 2035.
Baca Juga:
Prabowo Cerita Mantan Presiden Singapura Kagumi Kebaikan Rakyat Indonesia: Walaupun Miskin Tamu Diterima dengan Baik
Selama bertahun-tahun, Singapura telah mengembangkan kemampuan riset dan pengembangannya. Mereka juga membina ekosistem yang dinamis, terdiri dari perusahaan lokal dan multinasional di berbagai sektor.
Tak hanya itu, sejak 2022 Singapura telah mengalokasikan dana lebih dari US$157 juta (sekitar Rp2,6 triliun) untuk proyek riset dan pengembangan ruang angkasa. Program ini mendukung lembaga penelitian dan perusahaan untuk mengembangkan serta menguji teknologi antariksa.
Baca Juga:
Pekerja Gaji Rendah Bisa Dapat Tunjangan dari Pemerintah hingga Rp200 Jutaan
Puncaknya, Singapura akan mendirikan badan antariksa nasional pada April 2026. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Energi, Sains, dan Teknologi sekaligus Menteri Tenaga Kerja, Tan See Leng. Badan Antariksa Nasional Singapura (NSAS) ini akan memimpin upaya negara tersebut untuk memanfaatkan peluang di ekonomi antariksa yang sedang tumbuh pesat.
“Bagi Singapura, perjalanan kami di bidang teknologi luar angkasa sudah berlangsung lebih dari 50 tahun,” ujar Tan. NSAS akan memungkinkan Singapura mengembangkan aplikasi teknologi antariksa untuk kebutuhan nasional dan regional, sambil menjaga asetnya aman di lingkungan luar angkasa yang semakin ramai.
Saat ini pemerintah Singapura sudah memiliki tiga satelit pengamatan Bumi. “Kami akan membentuk pusat operasi multi-lembaga yang akan mendukung lembaga pemerintah dengan penugasan satelit dan analisis data geospasial khusus,” jelasnya. Manfaatnya bisa dirasakan di berbagai bidang seperti operasi pelabuhan, perencanaan kota, dan ketahanan pangan.
“Ke depan, Singapura akan menjajaki pengembangan lebih lanjut konstelasi satelit kami untuk memenuhi kebutuhan nasional serta berbagai kasus penggunaan di sepanjang Sabuk Khatulistiwa,” tegas Tan. Mereka juga akan memastikan keamanan aset antariksa dengan membangun kemampuan kesadaran situasional ruang angkasa.
Halaman Selanjutnya
NSAS juga akan mengembangkan undang-undang dan regulasi untuk sektor antariksa. Tujuannya untuk mendukung inovasi dan bisnis, sambil memenuhi standar tinggi untuk keselamatan dan keberlanjutan kegiatan di luar angkasa.