Perkiraan Tren Teknologi 2026 yang Bakal Membentuk Lanskap Bisnis Global

Senin, 2 Februari 2026 – 20:32 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi informasi makin cepat dan diprediksi bakal mempengaruhi arah bisnis di tahun 2026. Dunia usaha dituntut gak cuma beradaptasi sama inovasi teknologi, tapi juga harus bisa mengantisipasi resiko yang muncul seiring ketergantungan pada sistem digital yang makin tinggi.

Tren IT kedepannya diperkirakan fokus ke efisiensi operasional, integrasi sistem, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sama penguatan keamanan siber sebagai fondasi utama transformasi digital.

Direktur PT Nusa Network Prakarsa, Edward, menilai tahun ini akan jadi fase penting buat perusahaan buat evaluasi kesiapan infrastruktur IT mereka. Menurut dia, transformasi digital udah bukan cuma pilihan lagi, tapi kebutuhan strategis supaya bisnis tetap kompetitif di tengah perubahan pasar yang cepat.

"Perusahaan gak bisa lagi cuma mengandalkan sistem IT konvensional. Di tahun ini, kami lihat tren IT akan makin mengarah ke sistem yang terintegrasi dan aman. Infrastruktur IT yang kuat akan menjadi penentu keberlanjutan bisnis," katanya di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Salah satu tren utama yang diprediksi akan mendominasi adalah makin tingginya adopsi cloud dan hybrid infrastructure. Banyak perusahaan mulai beralih ke sistem yang lebih fleksibel buat dukung mobilitas kerja, integrasi aplikasi, dan efisiensi biaya. Model ini memungkinkan perusahaan mengelola data dan aplikasi secara lebih dinamis tanpa bergantung sepenuhnya pada infrastruktur fisik.

Seiring dengan itu, pemanfaatan AI juga diperkirakan akan makin meluas di berbagai sektor bisnis. Kecerdasan buatan gak cuma dipakai untuk otomatisasi proses, tapi juga untuk analisis data, prediksi perilaku pasar, hingga ningkatin pengalaman pelanggan. Dengan dukungan infrastruktur IT yang tepat, AI bisa bantu perusahaan ambil keputusan bisnis yang lebih cepat dan berbasis data.

MEMBACA  Profil Pangkalan Meron Israel yang Menjadi Target Serangan Hizbullah

"Penerapannya harus didukung sama sistem yang terintegrasi dan data yang dikelola dengan baik. Tanpa pondasi IT yang kuat, pemanfaatan AI gak akan optimal," jelas Edward.

Selain cloud dan AI, aspek keamanan siber diperkirakan akan jadi perhatian utama pelaku usaha. Makin banyaknya kasus kebocoran data, serangan ransomware, dan ancaman berbasis AI bikin perusahaan harus memperkuat sistem perlindungan jaringan dan data.

Edward menjelaskan bahwa security infrastructure udah gak bisa lagi diposisikan sebagai pelengkap, tapi harus jadi bagian inti dari strategi IT perusahaan.

Tinggalkan komentar