Kemitraan Bali dan Inggris Tangani Sampah dan Kemacetan di Tengah Lonjakan Wisatawan

Denpasar (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik inisiatif kerja sama dengan Inggris dalam sektor pariwisata, pengelolaan sampah, dan lalu lintas untuk mendukung pembangunan pulau ini.

Dalam pertemuan dengan Wakil Duta Besar Inggris Matthew Downing di Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa provinsi ini berupaya mengoptimalkan infrastruktur melalui kemitraan internasional, seperti dengan Kedutaan Inggris.

“Target saya adalah menyelesaikan masalah pengelolaan sampah dalam dua tahun, dan pada 2030, mencapai perbaikan signifikan untuk kemacetan lalu lintas dan infrastruktur,” kata Koster dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu.

Terkait sampah, gubernur menyebutkan bahwa provinsi ini menjalankan pendekatan komprehensif dari hulu ke hilir, termasuk pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi yang mampu mengolah lebih dari 1.000 ton sampah per hari.

Gubernur Koster menyoroti bahwa Bali menyambut 7 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2025, suatu rekor. Menanggapi peningkatan tindak kriminal yang melibatkan warga asing seiring lonjakan ini, ia mencatat bahwa wilayah telah menerapkan tindakan penegakan hukum yang tegas, meski ia mengklarifikasi bahwa tidak ada pelanggaran menonjol yang dilakukan oleh turis Inggris pada periode tersebut.

Wakil Duta Besar Downing menegaskan kembali kesiapan Inggris untuk mendukung sektor-sektor prioritas Bali dengan memfasilitasi pertemuan dengan mitra mereka di Inggris.

“Melalui Future Cities Infrastructure Programme, contohnya, kami bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk menyelesaikan studi kelayakan proyek-proyek transportasi,” ujarnya.

Downing menambahkan bahwa Inggris akan menghubungkan Bali dengan konsultan ahli di bidang daur ulang sampah dan edukasi publik. Lebih lanjut, ia menyoroti minat pemerintah Skotlandia dalam kerja sama ekonomi, termasuk rencana misi dagang yang fokus pada sektor makanan, kesehatan, dan minuman beralkohol.

MEMBACA  Sektor energi surya Jerman dalam kesulitan saat lonjakan konsumen meredup

“Delegasi Skotlandia berencana bertemu langsung dengan gubernur Bali,” tuturnya.

Kedutaan Besar Inggris mencatat 270.000 kedatangan warga Inggris ke Bali pada 2025, dengan harapan mencapai 350.000 pada 2026. Downing menyebutkan keamanan, stabilitas, dan kualitas layanan tinggi Bali sebagai alasan Inggris memandang pulau ini sebagai destinasi utama.

Berita terkait: Indonesia, WEF akan selenggarakan Ocean Impact Summit 2026 di Bali

Berita terkait: Industri pariwisata Indonesia raih 32 penghargaan global di awal 2026

Berita terkait: Pariwisata Indonesia diproyeksikan lampaui target 2025 dengan 15,3 juta kunjungan

Penerjemah: Ni Putu Putri M, Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar