Jakarta (ANTARA) –
Ekonomi kreatif Indonesia telah menjadi mesin pertumbuhan nasional yang baru, didukung oleh meningkatnya investasi, penciptaan lapangan kerja, dan dukungan kebijakan dalam rencana pembangunan 2025 Presiden Prabowo Subianto, kata Menteri Ekonomi Kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan sektor ini telah memberikan kontribusi nyata terhadap produk domestik bruto nasional dalam tahun pertama operasi kementerian, menurut pernyataan yang dirilis di Jakarta pada Sabtu.
Ia menyatakan target ekonomi kreatif dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 telah terlampaui, yang mencerminkan kinerja lebih kuat dari perkiraan di berbagai indikator kunci.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal menunjukkan investasi ekonomi kreatif mencapai Rp90,12 triliun, atau 66 persen dari target tahunan, pada paruh pertama 2025. Target sepanjang tahun berada di kisaran Rp123,9 triliun hingga Rp136,3 triliun.
Badan Pusat Statistik mencatat pekerja di sektor ekonomi kreatif mencapai 27,4 juta orang, melampaui target RPJMN 2025 sebanyak 25,55 juta.
"Ekonomi kreatif Indonesia bukanlah sesuatu yang akan menjadi mesin pertumbuhan. Ia sudah menjadi salah satunya," kata Riefky.
Dia mengatakan bakat kreatif Indonesia berakar pada fondasi budaya yang kuat dan membutuhkan inovasi teknologi yang terbatas untuk memungkinkan pelaku kreatif lokal berkembang secara nasional maupun global.
Riefky juga merencanakan perluasan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk industri kreatif berbasis kekayaan intelektual pada 2026, dengan plafon hingga Rp10 triliun.
Skema ini akan memungkinkan pengusaha kreatif mengakses pinjaman dari Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan menggunakan kekayaan intelektual sebagai agunan tambahan.
Pernyataan ini disampaikannya saat pertemuan dengan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam kunjungan kerja ke kantor pusat Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta pada Kamis.
Muhaimin mengatakan diskusi juga membahas kendala anggaran yang masih membatasi intervensi pemerintah. Upaya akan terus dilakukan untuk mendapatkan pendanaan lebih luas agar kekayaan intelektual lokal dapat berskala nasional dan mengembang ke global.
Berita terkait: Indonesia dan Australia perkuat kerjasama ekonomi kreatif
Berita terkait: Kemenparekraf hidupkan kembali usaha pasca bencana di Sumatra
Penerjemah: Sri Dewi Larasati, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026