Sambut 221 Ribu Jamaah, Menhaj Tegaskan Petugas PPIH 2026 Sebagai Garda Terdepan Bangsa

loading…

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Lapangan Galaxi Makodau I Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Foto/Istimewa

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sudah menyelesaikan fase offline Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026. Total ada 1.622 petugas yang dinyatakan siap menjalankan tugas melayani 221.000 jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Pelatihan intensif ini merupakan langkah startegis pemerintah untuk memastikan kesiapan mental, fisik, dan manajerial para petugas sebelum bertugas langsung. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menekankan bahwa penyelenggaraan haji bukan cuma rutinitas tahunan, tapi amanah besar negara.

Hal ini menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat yang harus dijaga dengan integritas tinggi. Dalam arahannya di Lapangan Galaxi Makodau I Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (30/1/2026), Menhaj mengingatkan bahwa setiap tindakan petugas akan dilihat sebagai representasi Indonesia di mata internasional.

Baca juga: Aturan Ketat! 6 Calon Petugas Haji 2026 Dipulangkan, Wamenhaj: Ibadah Haji Itu Bonus, Jangan Niat Nebeng

Kualitas layanan jadi fokus utama kementerian, terutama dalam merespons kebijakan terbaru Pemerintah Arab Saudi. Hasil survei internal menunjukkan indeks performa petugas selama diklat berada di atas 90 persen.

Angka ini menunjukkan orientasi pelayanan yang kuat dan kesigapan petugas dalam mensimulasikan operasional haji yang kompleks. Namun, Menhaj mengingatkan agar pencapaian ini tidak membuat para petugas menjadi lengah terhadap tantangan sebenarnya nanti di lapangan.

MEMBACA  Netanyahu Tegaskan Rencana Israel untuk Menguasai Gaza

Tinggalkan komentar