Di Wall Street, hari Kamis penuh dengan naik turun yang dramatis. Termasuk saham Microsoft yang turun sangat tajam, paling buruk sejak tahun 2020. Harga emas juga berubah tiba-tiba. Tapi di akhir hari, pergerakan pasar saham secara keseluruhan cukup kecil.
Indeks S&P 500 turun tipis 0,1%. Dow Jones naik sedikit 0,1%, padahal sebelumnya sempat turun 400 poin. Nasdaq turun 0,7%. Saham Microsoft jatuh 10%, meski perusahaannya melaporkan keuntungan yang kuat. Investor lebih khawatir dengan pengeluaran besar Microsoft untuk investasi dan pertumbuhan bisnis cloud-nya.
Tesla juga menekan pasar, turun 3,5%. Meski untungnya lebih baik dari perkiraan, angkanya jauh lebih rendah dibanding tahun lalu. Elon Musk ingin investor fokus pada robotaksi, bukan penjualan mobil yang lemah.
Banyak perusahaan lain yang rugi meski untungnya bagus, seperti ServiceNow yang turun 9,9%. Tapi, lebih banyak saham di S&P 500 yang naik daripada yang turun. Meta Platforms melonjak 10,4% karena untungnya di atas ekspektasi. IBM naik 5,1%, dan Southwest Airlines terbang tinggi 18,7% berkat perkiraan untung 2026 yang optimis.
Di pasar logam mulia, aksinya sangat liar. Harga emas pagi hari hampir sentuh $5.600 per ons, lalu tiba-tiba jatuh di bawah $5.200, sebelum naik lagi ke rekor baru. Perak mengalami hal serupa. Harga logam mulia naik karena investor mencari aset aman di tengah ketidakpastian politik dan pasar saham AS yang dinilai mahal. Bitcoin, yang disebut “emas digital,” juga turun hampir 6%.
Harga minyak naik sekitar 3,5% karena kekhawatiran ketegangan AS-Iran. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit turun. Pasar saham di banyak negara lain justru naik, seperti Kospi Korea Selatan yang naik 1% ke rekor baru.