loading…
Seorang pengunjung sedang memoto barisan iPhone terbaru. iPhone 17 terus dominasi di pasar global. Foto: Reuters
CUPERTINO – Apple Inc. kembali memecahkan keraguan pasar global dengan catatan kinerja keuangan yang fantastis di kuartal pertama tahun fiskal 2026. Hal ini didorong oleh ledakan permintaan iPhone 17 yang berhasil hidupkan kembali gairah konsumen di pasar penting seperti Tiongkok dan India.
Raksasa teknologi dari Cupertino ini melaporkan proyeksi pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan untuk kuartal Maret mendatang, yaitu mencapai 16 persen.
Angka ini jauh melebihi prediksi analis yang hanya menargetkan pertumbuhan di angka 10 persen. Optimisme ini ada dasarnya, yaitu dari strategi peluncuran produk yang tepat sasaran di tengah kondisi ekonomi makro yang menantang.
### Dominasi iPhone 17 dan Kebangkitan Pasar Asia
Laporan keuangan yang berakhir pada 27 Desember lalu menunjukkan Apple berhasil mendapatkan pendapatan kuartalan sebesar USD143,8 miliar atau setara Rp2.300,8 triliun. Angka ini naik 16 persen dari tahun lalu dan melampaui perkiraan rata-rata analis di angka USD138,48 miliar (Rp 2.215,6 triliun).
CEO Apple, Tim Cook, dalam wawancaranya dengan Reuters, tidak bisa sembunyikan kepuasannya. Ia menyebut permintaan untuk handset terbaru mereka sebagai sesuatu yang “luar biasa” (staggering).
Data membuktikan perkataan Cook; pendapatan khusus dari penjualan iPhone melonjak drastis hingga 23 persen year-on-year menjadi USD85,27 miliar (Rp1.364,3 triliun), jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya USD78,65 miliar (Rp 1.258,4 triliun).
Lonjakan ini dipicu oleh “balas dendam” permintaan di Tiongkok. Penjualan di Tiongkok melonjak 38 persen menjadi USD25,53 miliar (Rp408,4 triliun), menghancurkan estimasi Visible Alpha yang hanya memprediksi USD21,32 miliar (Rp341,1 triliun).