Banyak perusahaan angkutan terus bertanya-tanya kenapa tagihan dari R&R Family of Companies tiba-tiba tidak dibayar. Gugatan baru di Texas memberi detail lebih soal tuduhan bahwa unit broker mereka tetap menyerahkan barang walau keadaan keuangan semakin buruk.
Sebuah keluhan yang diajukan Jimenez Logistics LLC pada 23 Januari di Hidalgo County, Texas, menuduh R&R Express Inc. dan RFX Inc. gagal bayar jasa transportasi yang diatur pada 2025 dan awal 2026, meski sudah berkali-kali diminta bayar.
Menurut gugatan, Jimenez Logistics mengatur dan bayar di depan ke perusahaan truk untuk pengiriman atas permintaan R&R Express dan RFX, percaya pada janji bahwa tagihan akan dibayar. Keluhan itu menyebut total tagihan sekitar $264.650 masih belum lunas.
Para terdakwa belum memberikan tanggapan publik atas tuduhan ini.
R&R Family of Companies dari Pittsburgh adalah penyedia logistik dan transportasi yang pernah memiliki puluhan anak perusahaan, termasuk R&R Express, RFX LLC, Taylor Express, Giant Energy Solutions, Paradigm Transportation dan GT Worldwide Logistics.
RFX LLC dari Houston dulunya perusahaan truk dan pengiriman yang menawarkan transportasi berpendingin di seluruh AS.
Kasus Jimenez Logistics adalah satu dari beberapa gugatan terhadap perusahaan terkait R&R setelah operasi mereka berhenti awal bulan ini.
Seperti pernah dilaporkan FreightWaves, gugatan terpisah di Florida oleh pemberi pinjaman besar menuduh R&R Family of Companies tetap beroperasi saat sudah bangkrut dan menumpuk puluhan juta dolar utang dagang yang tak dibayar, termasuk tagihan ke perusahaan angkutan dan vendor lain.
Banyak perusahaan angkutan dan broker terus posting online cari info tentang utang yang belum dibayar, sementara yang lain coba minta bayar langsung dari pengirim barang.
Jimenez Logistics menuduh saat barang diserahkan, para terdakwa seharusnya tau mereka tidak mampu bayar, tapi tetap mengatur transportasi.
Gugatan ini menyebutkan pelanggaran kontrak, penipuan, salah sajian lalai, dan pengayaan tanpa sebab.
Keluhan lebih lanjut menuduh R&R Express punya kendali operasi dan keuangan atas RFX, berargumen kedua entitas itu berfungsi sebagai satu perusahaan yang sama.
Mantan karyawan RFX yang diwawancarai FreightWaves bilang sebagian besar karyawan RFX tidak tau parahnya masalah keuangan R&R sampai sangat terlambat, tidak seperti staf di kantor pusat Pittsburgh yang lihat tanda peringatan lebih awal.
“Kami tidak dapat informasi yang sama,” kata mantan karyawan itu. “Pesan yang kami terus dengar adalah semuanya terkendali — aset akan dijual, utang akan dibayar, dan peringkat akan pulih. Tapi pembayaran ke perusahaan angkutan malah makin buruk.”
Menurut mantan karyawan itu, tim penjualan terus yakinkan perusahaan angkutan dan pengirim barang berdasarkan info dari pimpinan senior — hanya untuk kemudian tau bahwa banyak tagihan tidak dibayar.
“Itu membuat agen dan staf penjualan langsung jadi sasaran,” kata mantan karyawan itu. “Perusahaan angkutan datang ke kami. Pengirim barang telepon kami. Hubungan yang dibangun bertahun-tahun rusak hampir dalam semalam.”
Pada 11 Januari, CEO RFX Nate Lourie bagikan postingan media sosial yang menyatakan perannya di bisnis milik R&R telah diakhiri. Karyawan RFX yang diwawancarai FreightWaves bilang itu sekitar waktu yang sama pekerja diberi tau RFX berhenti beroperasi.
Mantan karyawan RFX itu bilang keruntuhan ini membuat banyak agen dalam “mode membangun kembali”, berjuang menjaga kepercayaan pelanggan setelah pengirim barang didekati perusahaan angkutan yang belum dibayar.
Dalam pemberitaan sebelumnya, FreightWaves melaporkan bahwa dokumen pengadilan menuduh R&R dan afiliasinya menumpuk hingga $65 juta utang dagang tak dibayar sebelum runtuh — angka itu termasuk tagihan tak dibayar ke perusahaan angkutan, broker, dan vendor.
Bagi banyak perusahaan truk kecil, dampaknya langsung terasa.
“Jaminannya cuma $75.000,” kata mantan karyawan RFX itu, merujuk pada obligasi broker freight FMCSA yang diwajibkan hukum federal. “Itu cepat habis. Setelah itu, perusahaan angkutan terpaksa kejar bayaran dari pengirim barang atau menanggung kerugian sendiri.”
FreightWaves sudah berkali-kali minta komentar dari R&R Family of Companies, R&R Express dan RFX tentang gugatan Jimenez Logistics dan tuntutan hukum terkait, tapi belum dapat tanggapan. Tidak ada pengajuan kepailitan yang dikonfirmasi sampai berita ini terbit.
Kasus Jimenez Logistics masih berjalan.