AS dan Iran di Ambang Perang, Harga Minyak Mentah Capai Puncak Tertinggi dalam 4 Bulan

loading…

Harga minyak mentah berjangka melonjak dan mencapai level tertinggi dalam empat bulan pada perdagangan Kamis (29/1/2025). Ini terjadi karena kekhawatiran meningkat akan kemungkinan serangan militer AS ke Iran. Foto/Dok

JAKARTA – Harga minyak mentah berjangka naik tajam ke level tertinggi dalam empat bulan pada perdagangan Kamis (29/1/2025). Kenaikan ini seiring dengan kekhawatiran yang meningkat tentang kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran. Seperti diketahui, Iran adalah produsen minyak terbesar keempat di OPEC, dengan produksi sekitar 3,2 juta barel per hari.

“Kekhawatiran utama pasar saat ini adalah kerusakan kolateral jika Iran menyerang negara tetangganya atau, yang lebih serius lagi, menutup Selat Hormuz untuk 20 juta barel minyak yang lewat setiap hari,” kata analis PVM, John Evans.

Baca Juga: Konflik Venezuela Tak Cukup Kuat Dongkrak Harga Minyak Dunia

Harga minyak Brent, patokan global, tercatat naik USD1,52 atau 2,22% menjadi USD69,92 per barel. Dalam perdagangan harian, Brent sempat diperdagangkan setinggi USD70,35 per barel, level terbaik sejak akhir September.

Sementara itu, minyak Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) menguat USD1,48 atau 2,34% menjadi USD64,69 per barel. Kontrak berjangka WTI sebelumnya bahkan pernah menembus USD65 per barel, yang juga merupakan level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Sentimen yang mendorong harga minyak global ini muncul ketika Presiden AS, Donald Trump, meningkatkan tekanan pada Teheran untuk menghentikan program nuklirnya. Trump mengancam akan melakukan serangan militer dan mengerahkan angkatan laut AS ke wilayah tersebut.

Baca Juga: Trump Kerahkan Kapal Perang AS Menuju Iran, Harga Minyak Mendidih

Trump sedang mempertimbangkan beberapa opsi, termasuk serangan terhadap pasukan keamanan dan pemimpin Iran, untuk mendorong para pengunjuk rasa menggulingkan pemerintahan saat ini. Hal ini dikutip dari sumber AS yang familiar dengan diskusi tersebut, seperti dilaporkan Reuters.

MEMBACA  6.402 Konten Radikalisme dan Terorisme Tercatat BNPT hingga Agustus

Tinggalkan komentar