Pembagian Makanan Gratis Terus Berlanjut Selama Ramadan: Menteri

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah memastikan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah, dengan penyesuaian mekanisme pelayanan bagi peserta didik dan kelompok penerima manfaat.

Penyesuaian ini diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengenai penguatan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG di Jakarta, pada Kamis.

"Program MBG akan tetap beroperasi selama Ramadan," tegas Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Ramadan 2026 diperkirakan dimulai pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026.

Menurut Hasan, penyesuaian dilakukan agar pelayanan tetap tepat sasaran tanpa menganggu bulan puasa bagi siswa muslim.

Ia menjelaskan, di daerah dengan mayoritas siswa yang berpuasa, akan diberikan makanan kering untuk santap buka puasa.

Sementara itu, sekolah di wilayah yang sebagian besar siswanya tidak berpuasa akan tetap menerima layanan MBG seperti biasa.

Untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, pemerintah memastikan layanan MBG akan terus diberikan seperti biasa selama Ramadan.

"Pendistribusian MBG untuk sekolah non-Muslim akan berjalan biasa, begitu juga untuk ibu hamil dan balita," kata Hasan.

Dia menambahkan, pelayanan MBG di pondok pesantren akan menyesuaikan waktu distribusi, yakni dipindah ke sore hari untuk dikonsumsi saat berbuka.

Sementara itu, Kepada Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan program Ramadan telah disiapkan oleh unit pelayanan pemenuhan gizi daerah (SPPG) atau dapur MBG.

Menurutnya, menu yang disiapkan tetap mengutamakan kecukupan gizi, meski dikemas sebagai makanan kering kemasan.

Pemerintah menekankan, penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan Program MBG sekaligus menghormati kewajiban keagamaan masyarakat.

Berdasarkan data Kemenko Pangan, hingga akhir Januari 2026, Program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, yang dilayani oleh 22.091 dapur MBG.

MEMBACA  Permintaan Investigasi Terkait Harga Beras yang Tetap Tinggi Meski Stok Melimpah: Menteri

Program makanan gratis ini juga terbukti efektif menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Data pemerintah menunjukkan ada 924.424 pekerja yang terlibat langsung di SPPG, didukung oleh 68.551 penyedia pangan dan 21.413 mitra usaha, yang sebagian besar merupakan UMKM lokal.

Pemerintah menilai kelanjutan program MBG selama Ramadan penting untuk menjaga kebutuhan gizi yang konsisten bagi masyarakat sekaligus memastikan dampak ekonomi program tetap berjalan di tingkat daerah.

Berita terkait: Program makanan gratis Indonesia capai 60 juta penerima manfaat

Berita terkait: KPAI desak pendekatan ramah anak dalam program makanan gratis

Berita terkait: BGN pastikan tidak ada paksaan pada sekolah & siswa dalam program makanan gratis

Penerjemah: Aria Ananda, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar