ADM Selesaikan Skandal Akuntansi—Bisakah AI Mencegah Terulangnya Kasus Serupa?

Selamat pagi. Investigasi soal masalah akuntansi di raksasa pertanian Archer Daniels Midland (ADM) yang terkait dengan segmen nutrisinya telah jadi berita utama beberapa tahun terakhir.

ADM umumkan pada Selasa bahwa mereka telah setujui perjanjian dengan Komisi Sekuritas AS (SEC) untuk menyelesaikan penyelidikan atas pelaporan penjualan antar-segmen mereka di masa lalu, tanpa mengakui atau menyangkal kesalahan. Sebagai bagian dari penyelesaian, ADM setuju untuk bayar denda $40 juta.

Menurut SEC, ADM selama bertahun-tahun melakukan penggeseran laba yang membuat segmen nutrisi andalannya terlihat mencapai target pertumbuhan ambisius, meski permintaan turun dan margin menurun. Tiga mantan eksekutif puncak, termasuk dua mantan CFO, telah didakwa. Dua telah berdamai, sementara kepala keuangan terbaru, Vikram Luthar, CFO dari 2022 hingga 2024, bersiap untuk bertarung di pengadilan.

“ADM telah terapkan perubahan signifikan pada tim kepemimpinan keuangan dan kontrol keuangannya,” kata perusahaan dalam siaran pers pada Selasa. Monish Patolawala telah menjabat sebagai EVP dan CFO ADM sejak 1 Agustus 2024. Sebelumnya dia pegang peran CFO di 3M. Anda bisa baca artikel saya tentang ADM dan Luthar di sini.

ADM (No. 50 di Fortune 500) adalah salah satu skandal keuangan terkenal terbaru yang melibatkan perusahaan publik besar. Meski ada peraturan dan pengamanan, penipuan terus terjadi. Tapi bisakah AI jadi penyelamat?

Alat teknologi mulai dari analitik canggih sampai kecerdasan buatan semakin banyak dipakai untuk deteksi dan cegah penipuan—dan mereka sudah digunakan saat ini. Sebuah makalah terbaru yang terbit di Academy of Accounting and Financial Studies Journal mengeksplor peran AI dalam mengurangi risiko dan meningkatkan keamanan keuangan lewat deteksi penipuan dalam akuntansi. Peneliti temukan bahwa menjaga jejak audit rinci dari proses pengambilan keputusan AI memastikan transparansi dan keterlacakan.

MEMBACA  Sumber Daya Amerika dan ReElement Technologies Perluas Kontrak Pemurnian Antimon

Namun, AI bukan solusi tunggal; ia harus diintegrasikan dengan kontrol internal yang kuat dan pengawasan manusia untuk berikan perlindungan optimal terhadap penipuan dan perkuat keamanan keuangan, menurut temuan penelitian.

Pada akhirnya, semuanya kembali ke peran manusia dalam proses, dan dalam hal prosedur akuntansi dan kepatuhan, tanggung jawab akhir ada di CFO.

Sheryl Estrada
[email protected]

Cerita ini awalnya ditampilkan di Fortune.com

Tinggalkan komentar